KBI Ajak Milenial Isi Medsos dengan Konten Pancasila
KBI Ajak Milenial Isi Medsos dengan Konten Pancasila
KH Khatibul Umam

KBI Ajak Milenial Isi Medsos dengan Konten Pancasila

Redaksi
Sabtu, 03 Oktober 2018 - 14:31:04 WIB
0 | Kategori: Ekonomi |Dibaca: 31

RESONANSI.id - Penggunaan media sosial (medsos) oleh masyarakat khususnya generasi milenial sudah menjadi budaya. Sayangnya, belum semua konten medos yang diproduksi penggunanya untuk kepentingan positif misalnya membangun rasa nasionalisme dan pengamalan Pancasila.

        Seperti dikatakan anggota Komunitas Juru Bicara Komunitas Bela Indonesia (KBI) Wilayah Banten KH Khatibul Umam, medsos menjelma menjadi kebutuhan primer. Para pengguna akan sulit melepaskan diri dari ketergantungan tersebut terutama dalam mengakses informasi terkini. “Dari mulai bangun tidur hingga akan tidur lagi pengguna medos tidak pernah sepi dari lini masa. Aneka konten mereka produksi dan dibaca walaupun masih ada yang cenderung negatif. Kami berharap, konten-konten medos terutama yang menyangkut pembangunan rasa nasionalisme dan pengamalan Pancasila banyak yang memproduksi karena hal itu merupakan upaya nyata membela NKRI,” kata Agus Umam, demikian KH Khatibul Umam sering disapa.

        Menurut Agus, banyaknya konten-konten medos tentang pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari secara tidak langsung akan membawa alam bawah sadar manusia menjadi berfikir positif. “Jika tidak percaya, silakan mulai sekarang produksi sebanyak-banyaknya konten yang bermuatan pengamalan Pancasila. Tidak perlu pintar merangkai kata untuk hal ini yang penting ada kemauan. Jadi ini sudah terbiasa maka pengguna medos pun akan selalu berfikir positif. Berfikir positif adalah salah satu ciri berfikir Pancasila,” bebernya.

        Senada dengan Agus, Ketua MUI Pandegang KH Ma’ani menyatakan, teknologi informasi harus dapat dipergunakan untuk hal positif termasuk memperteguh rasa kebangsaan dan cinta tanah air. “Walau bukan milenial, saya termasuk pengguna teknologi dan medos. Saya ingin medos ini digunakan untuk tujuan positif misalnya pengamalan Pancasila. Karena kalau kita tidak berbuat nyata atau acuh maka medos kita juga akan tidak bermanfaat untuk memperkuat persatuan,” jelasnya. (red)

       

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Penulis: Redaksi

0 Komentar


Komentar


Komentar via facebook