Mengenal Komunitas Sumba
Mengenal Komunitas Sumba
istimewa
Komunitas Sumba dari NTT bukan Sumbawa

Mengenal Komunitas Sumba

Redaksi
Senin, 08 Oktober 2018 - 12:12:19 WIB
0 | Kategori: Komunitas |Dibaca: 16

RESONANSI.id, Dinas Pariwisata Sumba Barat bersama Komunitas Tau Humba memanfaatkan kegiatan Car Free Day di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin ini untuk mempromosikan destinasi pariwisata Sumba kepada masyarakat. Mereka ingin masyarakat lebih mengenal Sumba yang terkenal dengan tenunnya itu.

Bertajuk "Dari Barat Pulau Sumba", tarian Kataga disuguhkan di atas panggung. Hentakkan kaki yang meriah serta gerakan parang dan perisai berhasil mencuri perhatian masyarakat yang tengah menikmati CFD. Masyarakat yang tengah berolahraga atau sekadar nongkrong pun mendekat untuk melihat atraksi masyarakat Sumba tersebut.

Acara ini diharapkan dapat menumbuhkan minat masyarakat Indonesia untuk mengenal dan mengunjungi Sumba.

"Pertama untuk mempromosikan Sumba ke Indonesia, bahwa Sumba bukan Sumbawa. Tetapi Sumba adalah Sumba Barat, NTT, yang juga bisa dikenal di dunia dan sudah memiliki hotel terbaik di dunia, yaitu Hotel Nihiwatu Resort," jelas Yohana Pandango selaku Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat, Seperti dilansir liputan6.com, Minggu 7 Oktober 2018 kemarin.

Tidak hanya suguhan tarian, cara pembuatan kain tenun Sumba turut ditampilkan. Selendang tenun juga diberikan secara gratis kepada para penonton yang mengirimkan vote SMS dukungan kepada Sumba. Totalnya, sudah ada 130 helai kain yang dibagikan.

"Wanita Sumba biasanya sudah diajarkan untuk menenun kain Sumba sejak kecil, selendang jadinya khusus satu minggu, ada juga yang 4 minggu. Semua alat tidak ada yang canggih, semua dari bahan alam," jelas pembawa acara.

Penikmat CFD juga dapat membeli kain serta kerajinan tangan lainnya selama acara berlangsung. Harga kain sendiri berkisar dari Rp 300.000 sampai Rp 1.500.000, tergantung dari motif, jenis dan lebarnya. Selendang dan kerajinan tangan lain berkisar dari Rp 100.000 sampai Rp 300.000.

Dinas Pariwisata Sumba Barat bersama dengan Komunitas Tau Humba memanfaatkan kegiatan Car Free Day di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin ini untuk mempromosikan destinasi pariwisata Sumba kepada masyarakat.

Ketua DPRD Sumba Barat Gregorius H.B.I. Pandango turut hadir dalam acara ini. Ia menyatakan harapannya agar kebudayaan masyarakat Sumba tetap lestari dan dikenal luas.

"Saya yakin dan percaya, ya walaupun mereka (leluhur) sudah mendahului kita, tentunya mereka akan tersenyum di balik kubur melihat generasi kita melanjutkan apa yang sudah mereka terapkan terkait kebudayaan yang kita miliki," ujar Gregorius kepada para penonton.

Setelah itu, Gregorius mengalungkan hadiah kain kepada dua penonton yang diajak ke atas panggung. Ia melakukan salam cium Sumba dengan mereka, yaitu dengan menempelkan hidung ke hidung.

Pembawa acara mengumandangkan teriakan khas Sumba sebagai yel-yel dari acara. Penonton ikut berteriak dengan antusias sembari bertepuk tangan. (red)



Penulis: Redaksi

0 Komentar


Komentar


Komentar via facebook