Rekrutmen PNS 2018 Menjagal Mimpi Ribuan Honorer K2
Rekrutmen PNS 2018 Menjagal Mimpi Ribuan Honorer K2

Rekrutmen PNS 2018 Menjagal Mimpi Ribuan Honorer K2

Redaksi
Rabu, 10 Oktober 2018 - 22:08:17 WIB
0 | Kategori: Daerah |Dibaca: 155

RESONANSI.id, - Kebijakan pemerintah merekrut secara besar -besaran CPNS tahun 2018 bagi tenaga honorer  kategori 2 ibarat petir di siang bolong. Soalnya,  rekrutmen yang diluncurkan pemerintah melalui aplikasi sscn.bkn.go.id ini bak jagal bagi mimpi K2 yang usianya dipastikan sudah diatas 35  tahun jadi PNS. Sementara batas usia disyaratkan pemerintah bagi pendaftar adalah maksimal 35 tahun.

Memang benar apa yang diutarakan  menteri Pendidikan kalau jumlah tenaga guru honorer K2 saat ini mencapai 1,53 juta orang dari total  guru 3,2 juta. Menurut Menteri, banyaknya jumlah tenaga guru honorer disebabkan oleh kurangnya tenaga pengajar berstatus PNS di Indonesia. “Saat ini, Indonesia kekurangan guru berstatus PNS sebanyak 988.133 orang”.


Saya dan honorer K2 lainnya bukannya tak mau pusing dengan apa yang disampaikan pak Mendikbud. Namun terasa betul kalau kajian pemerintah dalam rekrutmen PNS 2018 dan sangat ak memikirkan sama sekali pada nasib K2. Pemerintah juga perlu tahu dengan jasa, pengorbanan honorer K2. Mereka tua dan dihabiskannya masa waktu dan umur  tidak lain hanyalah untuk pengabdian. Dan paling nengharukan mereka rela menempuh waktu bertahun-tahun lamanya tidak lain hanya satu permintaan dan harapan "Kebijaksanaan Pemerintah dalam Pengabdiannya".


Aplikasi Mencekal Prestasi
 Tenaga Honorer K.2 di instansi Pemerintah Kabupaten Pandeglang yang disahkan Sekretaris Daerah Drs.Dodo Djuanda pada tahun 2013 berjumlah 3.092 orang dari berbagai instansi. Jumlah tersebut tak sedikit dan tidak sedikit pula waktu dan pengorbanan mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.


Jikalau memang pemerintah ada ikhtikad untuk mensejahterakan honorer,  kenapa tidak dari dulu secara langsung ada pengangkatan PNS.  Sekali lagi, keputusan pemerintah sekarang ini terasa Dikskriminatif dimata honorer K2 dan seolah-olah mematikan karir atau proses yang selama ini dijalani.


Perlu diketahui juga oleh pemerintah pusat dan daerah apa yang dirasakan honorer k2 di Kabupaten Pandeglang sangat jauh dari kriteria upah minimum. Masih banyak sekolah-sekolah yang memberikan insentif khususnya guru 300 ribu/bulan. Tapi semua itu honorer k2 selalu bertahan dengan waktu bertahun-tahun dan tidak lain dalam mimpi mereka honorer hanya satu "Di Angkat PNS tanpa Tes".


Apa yang dirasakan para honorer K2 untuk saat ini mungkin sama, kecewa pada kebijakan pemerintah. Berbagai upaya telah honorer tempuh namun masih menyisakan tanya. Apakah Pemerintah pusat atau yang mulya Bapak Presiden sudi mendengar kisah pilu kami.


Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Setiawan Wangsaatmadja menjelaskan, RPP Manajemen PPPK (P3K) akan mengatur mekanisme rekrutmen, manajemen, pola karir, serta kewajiban dan hak termasuk perlindungan bagi P3K. Permasalhanya P3K dengan PNS/ASN tentu sedikit perbedaan dalam sudut pandang dalam aturan pemerintah;


Pertama: P3K tetap menggunakan Seleksi dalam rekrutmen, bagi K2 yang umur terlalu tua tentu pemerintah mempertimbangkan kembali. Kedua : PPPK perjanjiannya dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan instansi yang bersangkutan dengan berdasarkan patokan penilaian kinerja PPPK itu sendiri, jikalau memang sudah bekerja selaku P3K tetapi tidak dibutuhkan tentu diperjalanan P3K bisa diberhentikan dalam perjalanan.
Ketiga : Gaji PPPK adalah bukan besaran gaji honorer yang tidak layak diberikan kepada seorang pegawai, melainkan gaji yang sudah disesuaikan dengan hal hal yang telah ditentukan pemerintah, sehingga P3K satu dengan P3K lainnya akan memiliki gaji yang besarannya berbeda satu sama lain, karena gaji yang diterima oleh masing masing perorangan disesuaikan dengan faktor faktor yang mempengaruhi pekerjaan, resiko dan jabatannya.


Hanya saja, PNS penuh dan P3K tetap memiliki sidikit perbedaan, dan menimbulkan rasa iri terutama tuk tenaga honorer yang tidak lulus tes CPNS. Karena dengan menjadi P3K tidak jauh berbeda dengan honorer biasa, hanya diberikan gaji dan tunjangan yang lebih layak dari pemerintah. (Ryj)



Penulis: Redaksi

0 Komentar


Komentar


Komentar via facebook