Realisasi PBB-P2 Pandeglang Capai 50 persen
Realisasi PBB-P2 Pandeglang Capai 50 persen
Bupati Pandeglang Irna Narulita saat mencoba pembayaran PBB online belum lama ini.
Kecamatan Labuan Paling Moncer

Realisasi PBB-P2 Pandeglang Capai 50 persen

Redaksi
Kamis, 11 Oktober 2018 - 19:23:20 WIB
0 | Kategori: Daerah |Dibaca: 39

Resonansi.id - Realiasasi Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2) di Kabupaten Pandeglang per 30 September 2018 atau hingga batas akhir pembayaran PBB-P2 mencapai Rp 10,97 miliar atau 47,67 persen dari target Rp 23,01 miliar. 

Namun setelah batas akhir 30 September lalu realisasi PBB-P2 kembali bertambah menjadi Rp 11,51 miliar atau 50,04 persen. "Per 30 September kemarin masuk sekitar  Rp 10,9 miliar dan sampai hari ini bertambah lagi menjadi Rp 11,51 miliar. Jumlah itu juga belum kami cek lagi, karena belum kita bandingkan dengan rekening koran Bank BRI. Kemungkinan capaiannya lebih dari Rp 11,5 miliar," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Penetapan pada Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kabupaten Pandeglang, Wawan Purnawarman.

Menurutnya, realisasi PBB-P2 tahun ini masih lebih besar jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tahun lalu realisasi PBB-P2 hanya sekitar Rp 9 miliar dan tahun ini meningkat di angka Rp 11,51 miliar. 

"Pengalaman dari setiap tahun, biasanya WP (Wajib Pajak, red)  membayar PBB itu di akhir tahun. Padahal sesuai aturan, jika pembayaraan PBB melewati tanggal 30 September maka akan dikenakan sanksi dua persen tiap bulannya," bebernya. 

Dikutip dari data BP2D Pandeglang diketahui kecamatan yang paling tinggi realisasi PBB-P2 yakni, Kecamatan Labuan di angka 80,05 persen atau Rp 1,71 miliar dari target tahun ini Rp 2,13 miliar. Selanjutnya prosentase realisasi paling kecil adalah Kecamatan Carita di angka 31,27 persen atau Rp 702 juta dari target Rp 2,24 miliar. 

       Selanjutnya untuk WP perusahaan dengan nilai cukup besar yang belum melunasi PBB-P2, di antaranya PT Gerbang Pariwisata Banten Rp 73,3 juta, PT Sandimas Wisatapertiwi Rp 189,3 juta, Hotel Kharisma Labuan Rp 81,1 juta,  dan PT Paradipta (CAB) Rp 75,5 juta. 

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Pandeglang, Rika Kartikasari mengatakan, pengelolaan PBB tiap tahun selalu tidak pernah selesai. Apalagi tahun ini target penerimaan PBB-P2 dinaikkan menjadi Rp 32 miliar dan wajar jika BP2D cukup kesulitan mengejarnya. 

"Saya berharap target itu bisa 100 persen dan jika tidak tercapai perlu dilakukan evaluasi. Apakah penetapan target itu sesuai dengan kondisi di lapangan atau hanya perkiraan," ujar Rika. (red)

 



Penulis: Redaksi

0 Komentar


Komentar


Komentar via facebook