Sab. Sep 21st, 2019

resonansi.id

News and Life Style

12 ASN Pandeglang Terlibat Korupsi, 4 Orang Sudah Dipecat

2 min read

Warning: in_array() expects parameter 2 to be array, null given in /home/resonans/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Features/SrcsetFilter.php on line 174

RESONANSI.id – Badan Kepegawaian Nasional (BKN) RI memberikan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada empat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah Kabupaten Pandeglang. Pasalnya, keempat ASN tersebut diketahui terlibat kasus korupsi Tunjangan Daerah (Tunda) Guru di Disdikbud Pandeglang.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pandeglang Ali Fahmi Sumanta mengatakan saat ini keempat ASN itu telah berstatus terdakwa dan tengah menjalani proses tahanan di Rutan Klas IIB Pandeglang.

Selain keempat ASN tadi, BKN masih memberikan sanksi kepada 8 ASN lainnya yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Namun, Ke-delapan ASN ini masih diperjuangkan oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

Fahmi menuturkan, kasus korupsi yang melibatkan ke-8 ASN itu sudah berjalan lama, rata-rata terlibat kasus korupsi pada tahun 2013 dengan kasus atau perkara yang berbeda-beda.

“Kalau diberhentikan tidak denganhormat, mereka tidak menerima gajih. Tapi yang 8 itu sedang berupaya dengan memohon pertimbangan (BKN) itupun hanya memohon, tetapi hasilnya gimana nanti. Kalaupun nanti tidak bisa diterima kita tetap laksanakan aturan,” tutur Ali Fahmi Sumanta dikantornya, kamis, (16/5/2019).

Meski demikian, Fahmi masih menutup identitas ke-delapan ASN yang terlibat kasus korupsi itu, menurutnya hal itu sebuah privasi. Selain itu, Ia juga menutup identitas jabatan ASN yang sedang diproses, dengan alasan pengurusan surat pemberhentian belum rampung. Hal ini membuat dirinya pada saat ini tidak bisa menyampaikan kasus ini kepada publik.

“Kalau untuk jabatannya saya juga sudah lupa lagi itu, nanti aja kalau sudah clear, kalau sekarang kan (Empat ASN) masih di proses di bagian hukum, untuk tahapannya sudah tinggal sama ibu bupati, kan limit waktunya kan tanggal 30 April kemarin, hanya saja secara rinci dan jelasnya saya belum bisa menyampaikan,” jelasnya. (Faz/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori