Kam. Okt 17th, 2019

resonansi.id

News and Life Style

5 Alasan Kamu Harus Rehat dari Media Sosial

2 min read

FOTO ILUSTRASI

RESONANSI.ID- Media sosial memang memiliki manfaat untuk menghubungkan orang, berjejaring, hingga menyebarluaskan informasi lebih cepat. Namun, jika digunakan secara berlebihan, media sosial dapat memengaruhi kesehatan mental kita.

Media sosial yang seharusnya menguntungkan malah berubah menjadi ‘toxic’. Berikut lima alasan mengapa kamu harus rehat dari media sosial, demi kesehatan mentalmu seperti yang dikutip dari Your Tango via kumparan.

1. Membandingkan diri dengan orang lain

Salah satu masalah paling mengganggu dengan media sosial adalah kamu sudah mulai membandingkan diri dengan orang lain. Ketika temanmu memposting betapa bahagianya hidup mereka, dan secara enggak sadar kamu mulai membandingkan situasimu saat ini dengannya, maka enggak ada salahnya untuk rehat dari media sosial.

Bahkan, penelitian telah menemukan bahwa terlalu sering menggunakan media sosial dapat menyebabkan depresi, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), gangguan impulsif, paranoia, dan kesepian.

2. Membuat ketergantungan

Menurut para ahli, hampir 20 persen pengguna media sosial menghabiskan lebih dari tiga jam untuk sekadar mengecek akun media sosial mereka dan memainkannya.

Ini tentu mengkhawatirkan. Semua pengguna media sosial seolah butuh validasi saat memposting apa pun tentangnya. Menerima jenis perhatian online, seperti likes, love, retweet, dan lain-lain menjadi sesuatu yang adiktif bagi sebagian orang. 

3. Terlalu banyak memposting

Ketika kamu memposting terlalu sering, hal itu bisa berubah menjadi obsesi. Haruskah semua teman di media sosialmu tahu setiap detail yang kamu kerjakan?

Tanyakan pada diri sendiri ketika ingin memposting sesuatu. Terlalu banyak mengekspos semua kegiatanmu justru akan mengurangi privasi yang seharusnya kamu miliki. 

4. Hilangnya interaksi di dunia nyata

Kita semua pasti memiliki teman yang tak bisa lepas dari media sosialnya, suka selfie dan mempostingnya di Instagram. Ketika perilaku ini terus menerus diulang, itu bisa jadi kebiasaan buruk, lho.

Orang-orang yang terlalu tenggelam dalam keasyikan dunia maya jadi sulit berinteraksi di dunia nyata. Pikiran mereka selalu terserap oleh media sosial yang menarik. Ketika mereka nonton konser, mereka enggak bisa berhenti mengabadikan seluruh pertunjukan. Padahal, kenapa enggak mencoba menikmati penampilan musisi tersebut secara langsung saja, ya?

Interaksi dan koneksi yang sebenarnya bisa hilang ketika kita fokus untuk mengesankan orang lain. Apalagi, kalau bukan lewat postingan media sosial.

5. Kamu merasa depresi

Penelitian dari American National Institute for Mental Health menemukan bahwa tingkat depresi meningkat dengan jumlah total waktu yang dihabiskan untuk menggunakan media sosial dan jumlah kunjungan ke situs media sosial per minggu.

Penelitian tersebut mengungkap, semakin sering orang menghabiskan waktu di media sosial, semakin besar pula kemungkinan mereka iri dengan kesuksesan atau kebahagiaan dari apa yang mereka lihat di media sosial.

Hasilnya, orang-orang tersebut mulai menyalahkan diri sendiri dan kurang percaya diri. Itulah hal yang membuat beberapa orang frustrasi dalam menjalani hidup. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori