3 Jamaah Pengikut Pengajian WNA Bangladesh di Majasari Positif Covid-19

123

RESONANSI.ID – Tiga jamaah pondok pesantren di Kecamatan Majasari Kabupaten Pandeglang positif Covid-19. Ketiga jamaah ini sebelumnya kontak langsung dengan WNA  asal Bangladesh yang berkunjung ke Pandeglang ditengah pandemik corona tepatnya minggu pertama April 2020 lalu.

“Jenis kelamin ketiga kasus adalah laki-laki, umur 55, 42 dan 40 tahun. Berasal dari Kabupaten Lebak satu kasus, Kabupaten Serang satu kasus dan Kota Serang satu kasus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji dikutip kompas.com Rabu (27/5/2020).

Ati mengatakan, ketiganya tidak menunjukkan gejala sakit sehingga dilakukan isolasi mandiri di pondok pesantren.

Selain tiga orang tersebut, kata Ati, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang dan Banten juga melakukan tes swab terhadap jemaah lain, total ada 14 jemaah yang dites, namun hanya tiga orang yang dinyatakan positif.

“Hasil swab dari lab BBTKL (Balai Besar Tekni Kesehatan Lingkungan) di dapatkan 3 orang dinyatakan positif Covid-19,” kata Ati.

Ati mengatakan, ketiganya tidak menunjukkan gejala sakit sehingga dilakukan isolasi mandiri di pondok pesantren. Pihaknya saat ini tengah melakukan tracing kontak terhadap orang-orang yang pernah melakukan interaksi dengan tiga pasien tersebut.

Sekadar informasi, awal April 2020 ada lima WNA asal Bangladesh yang disebut sebut Jamaah Tabligh tinggal di salah satu ponpes di Majasari. Keberadaan WNA ini meimbulkan kekhawatiran warga sekitar sehingga petugas medis melakukan rapid test pada 14 April 2020. Hasilnya 2 orang reaktif dan 3 orang non reaktif. Tanggal 16  April 2020 WNA ini dirujuk ke wisma atlet.

Baca Juga : Lima WNA Masuk Pandeglang Lewat Jalur Tikus, Sudah Dibawa ke RS Wisma Atlet Jakarta

Pada 18 April 2020, tim medis Pemkab Pandeglang melakukan rapid tes kepada 19 orang jamaah ponpes karena kontak langsung dengan WNA namun hasil semuanya non reaktif. Pun demikian jamaah melakukan isolasi mandiri di Ponpes. 14 hari kemudian yaitu tanggal 6 Mei 2020 di lakukan Rapid test ke 2 hasilnya ada 6 orang yg reaktif. Kemudian
Diilakukan swab terhadap 6 orang tersebut. Ke 14 jamaah ini juga diswab dan sampel dikirim ke Labkesda Propinsi Banten.

Tanggal 20 Mei dilakukan pemeriksaan rapid test yang ketiga karena menunggu hasil swab belum keluar, dan hasilnya 4 orang  reaktif dan 16 orang non reaktif. 14 orang yg non reaktif di pulangkan dan dibuatkan surat keterangan rapid tes negatif,  sedangkan yg 4 orang di sarankan tetap di ponpes tetap dilanjutkan isolasi mandiri sambil menunggu swab. Hasil swab dari lab BBTKL di dapatkan 3 orang dinyatakan positif covid-19. (Yul/Red)

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here