Kam. Okt 17th, 2019

resonansi.id

News and Life Style

Akibat Jalan Rusak, Warga Gebluk Cikeusik Ngaku Tak Rasakan Nikmatnya Kemerdekaan

2 min read

RESONANSI.ID – Puluhan kilometer jalan-jalan desa di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang hingga saat ini kondisinya rusak parah. Kerusakan jalan ini cukup parah salah satunya terjadi di Kampung Gebluk, Desa Tanjungan, Kecamatan Cikeusik.

Akibatnya, untuk membawa warga yang sakit ke pusat kesehatan terdekat, warga setempat selama ini masih menggunakan kain sarung sebagai tandu.

“Kalau melihat jalan seperti ini rasanya kami belum merasakan enaknya merdeka. Setiap kali ada yang sakit selalu repot dan harus digotong pakai sarung karena tidak bisa dilewat kendaraan. Jalan kaki saja sudah repot,” kata salah seorang warga setemlat Edar.

Jalan pedesaan yang rusak parah di wilayah Cikeusik belakanhan viral di media sosial favebook. Dalam rekaman video amatir, banyak motor dan mobil yang nekad melintas di jalan tersebut. Namun roda kendaraan mereka malah terendam lumpur basah, sehingga menyulitkan bergerak. Bahkan, warga ramai-ramai membantu evakuasi mobil yang terjebak di sana.

Para pelajar pun merasakan mirisnya berdomisili di sekitar jalan berlumpur tersebut. Mereka harus berjalan kaki kurang lebih sejauh tiga kilometer menuju sekolah. Sebab, tidak ada jalur tersebut memang tidak dilewati kendaraan.

“Inginnya jalan di aspal. Biar kalau jalan ke sekolah tidak harus lepas sepatu,” kata seorang siswa SD di Kampung Gebluk, Wawan.

Ternyata, bukan baru-baru ini saja belasan kilometer jalan di sana dalam kondisi rusak parah. Sudah puluhan tahun Pemerintah Provinsi Banten serta Pemerintah Kabupaten Pandeglang tak melirik infrastruktur di desa tersebut.

“Sudah lama banget seperti ini. Sejak saya kecil jalannya memang sudah berlumpur begini,” kata Nani (40) seorang ibu rumah tangga di wilayah tersebut.

Terkait dengan kondisi ini, pegiat anti korupsi Nalar Pandeglang Muhamad Komar menilai kerusakan jalan poros desa tidak harus terjadi lantaran 4 tahun terakhir setiap desa sudah dapat Dana Desa dari pemerintah pusat. “Kami sangat prihatin dan bertanya-tanya kemana DD yang diberikan selama ini? Tidak digunakan semestinya. Pemkab Pandeglang pun abai dengan persoalan infrastuktur dan gagal mengarahkan DD utuk dipergunakan sesuai kebutuhan,” jelasnya. (Yul/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori