Pemilik RM Padang Keluhkan Naiknya Harga Rempah-rempah

99

RESONANSI.id – Berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, permintaan rempah-rempah semakin tinggi. Harga rempah seperti Jahe dan Temulawak pun mulai naik di pasaran.

Di Pasar Rangkasbitung Lebak, Banten, harga rempah seperti jahe merah, naik signifikan. Jahe merah semula Rp 50.000 rupiah per kilogram, kini menjadi Rp 80.000 perkilo.

Kencur semula Rp 40.000 per kilo sekarang dijual sekitar  Rp 80.000 hingga Rp 100.000 perkilo. Sedangkan kunyit, harga masih relatif stabil, di kisaran Rp 20.000 hingga Rp 25.000  per kilo.

Menurut pedagang, kenaikan beberapa jenis rempah-rempah ini sudah berlangsung sejak 4 hari lalu, sejak kasus perdana positif corona di Indonesia.

Rempah rempah seperti jahe, kunyit dan temulawak semakin diminati warga, tentunya saat virus corona telah masuk ke tanah air.

Bahkan salah seorang pedagang di pasar mengaku permintaan yang tinggi saat ini mendongkrak harga rempah.

Salah satu pedagang menyebutkan saat ini banyak pelanggannya yang complain karena harga berubah.

Sementara, naiknya harga rempah ini membuat pusing pemilik rumah makan.
Terlebih, Rumah Makan Padang.

Pemilik Rumah Makan Padang, Rifki menyebutkan kenaikan rempah-rempah sangat berdampak pada usahanya, pasalnya banyak sekali makanan-makanan Padang yang membutuhkan rempah-rempah seperti jahe dan kunyit sebagai bahan baku bumbunya.

Sama halnya Pemilik RM Padang di Majasari Pandeglang, mengungkapkan dirinya mengaku saat ini menggunakan bumbu rempah racikan.

Namun, Uni menyebutkan jika ia saat ini tetap berusaha menjaga harga masakan yang dijualnya agar pelanggan setianya tidak kecewa. (Als/red)

3 KOMENTAR

  1. Hey there! This post could not be written any better! Reading through this post reminds me of my previous room mate!
    He always kept chatting about this. I will forward
    this write-up to him. Pretty sure he will have a
    good read. Thanks for sharing!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here