Akuntan Milenial Dituntut Supaya Kreatif dan Inovatif

RESONANSI.ID, Jakarta – Akuntan milenial harus kreatif dan inovatif dalam pengembangan aplikasi laporan keuangan serta harus dapat memanfaatkan perkembangan teknologi informasi sehingga mereka mampu menunjukkan diri sebagai akuntan yang kompeten dan profesional.

Dosen Akuntansi Lembaga Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Diponegoro (UNDIP) Imam Prayogo dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Selasa menyebutkan, akuntan milenial juga diharapkan memiliki visi dan misi sesuai bidang ilmunya bagi kemajuan bangsa ke depan.

Menurut Imam, akuntan milenial harus menguasai bidang ilmu dan skill, seperti membuat laporan keuangan serta menganalisis dan mereviewnya, diaplikasikan dengan teknologi informasi, misalnya membuat aplikasi android untuk laporan keuangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).

Imam mengemukakan keterangan tersebut terkait akan diselenggarakannya webinar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Karya Utama Semarang pada 6 Agustus 2020.

Webinar yang bertema “Partisipasi akuntan milenial di Era 4.0 dalam pemanfaatan teknologi dan media” itu juga akan menghadirkan narasumber Wartawan Senior yang juga Penasehat Forum Akademisi Indonesia (FAI) Aat Surya Safaat serta Pengusaha Muda yang juga mantan Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo.

Menurut Dosen Akuntansi Lembaga PSDKU-UNDIP itu, akuntan milenial harus lebih banyak waktu untuk mengaplikasikan ilmu akuntansinya secara profesional.
Dalam kaitan itu, sertifikasi keahlian yang diperolehnya ketika masih berstatus mahasiswa bisa digunakan langsung dalam dunia usaha, misalnya mendampingi UMKM dalam membuat laporan keuangan, mengelola usaha sendiri dan melakukan inovasi dalam pemasaran usahanya.

Imam Prayogo juga mengemukakan, di era globalisasi dan pandemi seperti saat ini akuntan milenial wajib menunjukkan kepedulian dalam bela negara dengan membuat terobosan dan inovasi di bidang ilmunya bagi kemajuan bangsa.

Akuntan milenial memiliki masa depan cerah, terlebih Pemerintah Indonesia memberikan berbagai stimulus ekonomi agar sektor usaha termasuk UMKM mampu bertahan di tengah masih mewabahnya virus Corona.

Sementara itu Wartawan Senior Aat Surya Safaat menyarankan akuntan milenial supaya memanfaatkan media massa dan media sosial secara tepat dan bijak untuk mempromosikan kiprah mereka dalam memajukan ekonomi, termasuk mengembangkan UMKM.

Penasehat Forum Akademisi Indonesia (FAI) itu mengingatkan bahwa sebagus apapun kinerja para akuntan, kalau media tidak memberitakan kiprahnya secara luas, maka peran mereka bagi kemajuan dunia usaha tidak akan diketahui publik.

Maka, menurut dia, adalah tepat adagium yang menyebutkan bahwa “media bisa mengubah cacing menjadi naga, atau sebaliknya naga menjadi cacing.

Mantan Direktur Pemberitaan Kantor Berita ANTARA yang juga pernah menjadi Kepala Biro ANTARA di New York itu juga mengingatkan perlunya sikap tekun, semangat tinggi dan optimisme akuntan milenial dalam menyikapi keadaan pasar yang sering tidak terduga.

Dalam kaitan itu pula Aat menyatakan bersedia membantu akuntan milenial untuk mempelajari cara bagaimana berkomunikasi yang efektif serta siap memberikan arahan dan menunjukkan jejaring media dalam proses pemanfaatan teknologi informasi.

Pada kesempatan yang sama, pengusaha Yoyok Rio Sudibyo mengingatkan banyaknya cara dalam menunjang kemajuan bangsa, seperti berperan sebagai wirausaha yang terus maju dan berkembang usahanya dengan tetap taat membayar pajak.

Ia mencontohkan, ketika sebagai prajurit dirinya berjuang demi Indonesia dengan tugas keprajuritan. Sementara saat menjabat sebagai Bupati Batang, Yoyok berjanji hanya menjadi bupati satu periode untuk membangun daerah Kabupaten Batang, dan kini sebagai pengusaha dirinya berpikir bagaimana caranya meningkatkan eskpor produk ke mancanegara.

Sementara itu Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cendekia Karya Utama, Drs Dirgo Wahyono menuturkan, sementara ini sumber daya manusia (SDM) akuntan milenial yang kompeten dan profesional masih terbatas, dan kebutuhan akan akuntan ke depan semakin kompleks dan dinamis.

Dikatakannya, STIE Cendekia Karya Utama siap menjadi penyumbang generasi penerus akuntan. Salah satunya, pihaknya menawarkan Prodi S1 Akuntansi, dimana ada matakuliah tambahan yaitu Pengantar Akuntansi Forensik dan Pengetahuan Hukum Atas Kecurangan.

Tujuannya agar akuntan milenial ke depan tidak hanya mahir membuat laporan keuangan dan review laporan keuangan saja, melainkan juga memahami potensi kerugian bisnis karena adanya kecurangan (fraud) atau pencucian uang, sementara dari sisi hukum juga harus diperhatikan. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here