Basuki Law Firm & Partners Ingin Kembalikan & Jaga Nama Baik Kyai

Basuki, Ketua Tim Advokat.

RESONANSI.ID – Tim Kuasa Hukum Basuki Law Firm & Partners menjadi tim pembela AS, salah seorang pimpinan pondok pesantren di Pandeglang yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Ponpes oleh Kejaksaan Tinggi Banten belum lama ini.

Ketua Tim Kuasa Hukum, Basuki, mengatakan pihaknya tergerak untuk melakukan pembelaan terhadap AS berdasarkan hasil kajian tim, kliennya tidak bisa dibilang melakukan tindak pidana korupsi. Alasanannya karena AS dalam kasus ini hanya bertugas sebagai ‘kuli’ pembuatan proposal, membantu proses pencairan seperti penyiapan adminstrasi, dan pembuatan LPJ atau pertanggungjawaban hibah. Dana hibah sendiri kata Basuki besarnya Rp 30 juta per Ponpes lagsung ditransfer dan masuk ke setiap rekening Ponpes. “Ada 10 ponpes yang dibantu LPJ oleh AS yaitu menyiapkan administrasi pencairan dana hibah termasuk pembuatan LPJ nya. Para pimpinan Ponpes yang dibantu AS kemudian memberikan jasa berupa uang Rp 3 juta ke AS,” katanya.

Namun dalam perkembanganya, kata Basuki, AS disebut memotong hibah secara variatif mulai Rp 8 juta sampai dengan 12 juta. “Kenyataanya AS hanya menerima uang jasa Rp 3 juta per Ponpes. Selebihnya klien kami tidak tahu uang dari Ponpes itu ke siapa masuknya?” jelasnya.

Karena sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Banten bersama tersangka lainnya, kata Basuki pihaknya menghormati proses hukum yang sedang dijalani AS. “Kami menghormati keputusan Kejati dan meminta maslah ini terurai sehingga citra pimpinan ponpes di Pandeglang terjaga,” harapnya.

Ketua BANKUM GERADIN (Gerakan Advokast Indonesia) Pandeglang Dede Kurniawan yang juga salah satu Tim Advokat AS meminta para Kiyai dan Ustad se Pandeglang agar solid memberikan dukungan moril kepada AS dan keluarganya. Sehingga dengan peristiwa ini kata Dede, Kabupaten Pandeglang yang berjuluk Kota Seribu Ulama Sejuta Santri bisa membuktikan kekompakanya dan komitmennya jauh dari praktik merugikan orang banyak. “Kyai agar tidak mudah dipecah belah oleh oknum tak bertanggungjawab.” (Yul/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here