Besaran Zakat Fitrah di Pandeglang, Aturan dan Do’a Niatnya

ilustrasi-zakat-fitrah

RESONANSI ID, – Zakat fitrah merupakan hal yang diwajibkan bagi seorang muslim pada bulan Ramadhan, Zakat ini sifatnya melekat pada semua baik laki-laki maupun perempuan, Anak anak maupun orang dewasa. Biasanya tenggang waktu zakat fitrah dibayarkan pada akhir ramadhan hingga sebelum shalat Iedul fitri dilaksanakan.

Seperti diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW telah mewajibkan mengeluarkan zakat fitrah pada bulan Ramadan kepada setiap manusia

Ini diperjelas melalui hadis lain. Dari Ibnu Umar ra. ia berkata,“Rasulullah SAW memfardukan (membayar) zakat fitrah di bulan Ramadhan, satu sha’ berupa tamar (kurma yang telah masak), satu sha’ berupa syair (sebangsa jewawut, jelai dan sebagainya), pada hamba, orang merdeka, orang lelaki, orang perempuan, anak kecil dan orangtua dari orang Islam. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar).

Tata Cara Zakat Fitrah dan Berapa Besar Pembayarannya

Ada dua cara dalam melakukan pembayaran zakat fitrah, yakni dengan memberikan makanan pokok atau uang yang nilainya sesuai.

Pada zaman nabi pembayaran zakat dilakukan dengan buah kurma atau gandum sebanyak 1 sha’, Satu sha’ setara dengan empat mud. Jika dikonversikan dengan beras, maka 1 sha’ setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter.

Sedangkan terkait pembayaran zakat melalui uang, nilainya juga sesuai dengan harga 2,5 kg beras (3,5 liter beras). Akan tetapi, setiap daerah mempunyai standar harga makanan pokok yang cukup berbeda-beda.

Untuk Wilayah Pandeglang dan Sekitarnya, Baznas menetapkan bahwa nilai zakat fitrah setara dengan uang sebesar Rp30.000/jiwa.

Bacaan Niat Zakat Fitrah

Berikut adalah niat zakat fitrah yang dibacakan baik untuk dirinya sendiri, keluarga, anak Laki-laki, anak perempuan, atau orang yang diwakilkan.

1. Niat zakat fitrah untuk diri sendiri

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكاَةَ اْلفطر عَنْ نَفْسِيْ فَرْضًالِلهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya: “Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri ‘an nafsii fadhan lillahi ta’aala”

Artinya: “Saya niat mengeluarkan zakat fitrah dari diriku sendiri fardu karena Allah Ta’ala”

2. Niat zakat fitrah yang dibacakan suami untuk istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Bacaan latinnya: “Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri ‘an zaujatii fardhan lillahi ta’aala”

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

3. Niat zakat fitrah yang dibacakan orang tua untuk anak laki-laki

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Bacaan latinnya: “Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri ‘an waladii [ … ] fardhan lillahi ta’aala”

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku [sebutkan nama], fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

4. Niat zakat fitrah yang dibacakan orang tua untuk anak perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Bacaan latinnya: “Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri ‘an bintii [ … ] fardhan lillahi ta’aala”

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku [sebutkan nama], fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

5. Niat zakat fitrah sekaligus untuk diri sendiri dan keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Bacaan latinnya: “Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri ‘annii wa ‘an jami’i maa tilzamunii nafaqoo tuhum syar’an fardhan lillahi ta’aala”

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

6. Niat zakat fitrah untuk orang yang diwakilkan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Bacaan latinnya: “Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri ‘an [ … ] fardhan lillahi ta’aala”

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here