Bibit Si Seupah Menjadi Primadona dan Diburu Para Pecinta Durian

RESONANSI.id- Buah durian khas daerah Pandeglang yang diberi nama Si Seupah,  menjadi primadona dikalangan pecinta buah durian, langka dan  sulit ditemukan. Hingga saat ini masih banyak orang yang mencari buah maupun bibit pohon durian tersebut.

Tim resonansi.id telah berhasil menemukan keberadaan pohon durian si seupah dan salah satu kelompok tani yang mengembangkan bibit durian lokal tersebut di wilayah Cipacung Girang Kecamatan Majasari Pandeglang. Kamis, 10/01/2019.

Bapak Karta salah satu ketua GAPOKTAN mengungkapkan kelompoknya sudah konsen dalam pengembangan durian Si Seupah sejak tahun 2014 silam,  dibantu bersama teman lainnya beliau berhasil mengembangkan bibit durian tersebut hingga saat ini. Bahkan beberapa kali diikutsertakan dalam event pameran durian yang diselengarakan oleh dinas kehutanan dan pertanian Provinsi Banten beberapa tahun lalu.

Menurut Karta durian khas lokal Pandeglang sebenarnya  banyak varietasnya. Misalnya Durian Sijabrig, Durian Siradio, Durian si Honje, dll. Namun yang sudah diakui dan bersertifikat baru durian Si Seupah saja.

Karta menambahkan durian si Seupah ini sudah teruji kualitasnya bahkan diakui oleh semua orang, Durian ini memiliki ciri bentuk yang agak oval dan duri agak rapat, ukurannya tidak terlalu besar sedangkan isi daging nya berwarna kuning dan tebal.

“Untuk membibitkan ada beberapa teknik dan cara  diantaranya stek, penyambungan dan okulasi. Tiga cara ini yang perlu diperhatikan, perawatan dan keahlian tersendiri agar bibit menjadi tumbuh dan menghasilkan buah yang bagus,” Tuturnya.

Harga satu batang bibit pohon durian si Seupah bisa bervariatif mulai dari Rp. 75 ribu hingga Rp. 4 jutaan. “Harga ini tergantung dari teknik yang digunakan dalam pembibitan, karena akan berpengaruh terhadap kualitas dan daya tumbuh pohon,” Tuturnya.

Saat ini bibit durian si Seupah selalu menjadi barang langka bahkan menjadi buruan para pecinta buah durian, baik dari warga setempat maupun luar daerah. (redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *