Bijak Memilih Perguruan Tinggi

105
Dr. Elli Widia S.Pd., MM.Pd

Oleh Dr. Elli Widia S.Pd., MM.Pd.*

Hari-hari ini para orangtua yang anak-anaknya baru lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) tengah mempertimbangkan ke mana putera atau puterinya harus meneruskan studi sebagai langkah awal atau “jembatan emas” menuju masa depan yang lebih baik.

Di sisi lain, perguruan-perguruan tinggi kini tengah melakukan berbagai cara dan promosi untuk menarik minat calon mahasiswa, baik mahasiswa untuk Strata-1 (S1) maupun S2 atau S3 atau program diploma.

Khusus bagi institusi pendidikan tinggi, tahun 2020 ini merupakan tahun yang unik dan penuh tantangan karena perguruan tinggi dituntut untuk tetap menjamin kelangsungan pendidikan di tengah belum meredanya pandemi COVID-19, sehingga mungkin tahun ini banyak perguruan tinggi mengalami penurunan jumlah mahasiswa.

Sementara itu bagi para calon mahasiswa, menentukan perguruan tinggi bukanlah persoalan sepele. Para calon mahasiswa disarankan untuk tidak terburu-buru, tetapi harus melakukan pertimbangan secara matang serta bijak dalam menentukan pilihannya masing-masing.

Kuncinya, tentukan perguruan tinggi mana yang mau dipilih, lalu pilihlah jurusan atau program studi di perguruan tinggi tersebut yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan yang dimiliki, baik kemampuan akademik maupun kemampuan ekonomi orangtua.

Namun bisa pula pilihan tidak diarahkan ke perguruan tingginya, tetapi ke jurusan atau program studinya, sebab di perguruan tinggi yang ternama tidak setiap jurusan atau program studinya bagus dan berkualitas.

Begitu juga sebaliknya, tidak semua jurusan atau program studi yang ada di perguruan tinggi tidak ternama tidak bagus kualitasnya. Kualitas pendidikan pada jurusan atau program studinya dapat dilihat dari status akreditasinya.

Maka, dalam kaitan ini para calon mahasiswa perlu mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sebagai bahan pertimbangan untuk memilih perguruan tinggi dan jurusan atau program studi yang ditawarkan. Informasi yang dibutuhkan tersebut dapat diambil dari berbagai sumber, misalnya dari website perguruan tinggi tersebut.

Informasi tentang perguruan tinggi juga bisa diperoleh dari kegiatan “open house” atau program-program lain yang ditawarkan untuk lebih mengenal perguruan tinggi tersebut atau melalui orang terdekat, misalnya saudara, guru, atau teman.

Seringkali ketiadaan informasi dan ketidaktahuan akan minat atau bakat menyebabkan masalah dan penyesalan di kemudian hari. Misalnya kualitas perguruan tinggi pilihan ternyata tidak sesuai harapan.

Kemungkinan lain, dalam perjalanan perkuliahannya seorang mahasiswa tidak bisa mengikuti materi kuliah dengan baik karena tidak tertarik pada bidang pilihannya, sehingga dia tidak dapat menyelesaikan studi dan diganjar “drop out” karena masa studi telah lewat atau indeks prestasi tidak mencapai standar yang ditetapkan.

Langkah berikutnya yang harus diperhitungkan adalah perlunya memilih perguruan tinggi yang jurusan atau program studinya sudah terakreditasi, bahkan sekarang ini akreditasi telah berubah menjadi satu indikator legalitas sebuah perguruan tinggi.

Artinya, kampus yang jurusan atau program studinya tidak terakreditasi digolongkan sebagai kampus illegal, sehinggga ijazah dan lulusan dari perguruan tinggi tersebut tidak diakui negara.

Pastikan juga bahwa perguruan tinggi tersebut menggunakan gedung milik sendiri dalam menyelenggarakan perkuliahan. Dalam kaitan ini, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) umumnya sudah memiliki gedung sendiri dan sangat jarang PTN menggunakan gedung sementara milik pihak lain, apalagi secara tidak sah.

Bagimana dengan Perguruan Tinggi Swasta (PTS)? Berdasarkan pengamatan, sampai sejauh ini banyak perguruan tinggi swasta yang masih menumpang di gedung milik pihak lain, bahkan bangunannya tidak representatif. Misalnya menyelenggarakan perkuliahan di bangunan ruko dan dengan ruang kelas yang disekat sempit-sempit.

Kampus perguruan tinggi yang akan dipilih juga harus memiliki fasilitas yang relatif lengkap, terutama ruang kuliah, ruang dosen dan auditorium atau gedung serbaguna yang nyaman; perpustakaan yang modern; serta laboratorium dan sistem informasi (database) berbasis teknologi informasi.

Lebih disukai lagi kalau perguruan tinggi yang bersangkutan berada di pusat kota atau di lokasi yang mudah diakses oleh transportasi umum, mempunyai lahan parkir yang relatif luas, memiliki sarana dan prasarana olahraga, dan memiliki asrama mahasiswa serta rumah sakit atau paling tidak poliklinik yang memadai.

Tidak kalah pentingnya, para calon mahasiswa perlu mengetahui visi dan misi dari perguruan tinggi yang akan dipilihnya, sebab visi dan misi sangat penting untuk mengetahui kemana arah perguruan tinggi tersebut serta bagaimana atau apa tujuan pendidikan yang ingin dicapainya.

Tujuan pendidikan itu sendiri secara umum sejatinya adalah menciptakan pribadi yang memiliki sikap dan kepribadian yang positif seperti bangga memiliki kompetensi, bangga berdisiplin, tahan mental menghadapi kesulitan hidup, jujur dan dapat dipercaya (memiliki karakter dan integritas yang baik), dan suka bekerjasama dalam tim.

Sikap positif lainnya adalah memiliki pola pikir yang rasional dan ilmiah (pola pikir unggul), bertanggung jawab, terbiasa bekerja keras, mengutamakan kepedulian terhadap sesama, mengutamakan diskusi daripada berdebat, hormat pada aturan, menghormati hak-hak orang lain, memiliki moral dan etika yang baik, dan mencintai pekerjaan dengan sepenuh hati.

Dalam kaitan ini pula tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu proses yang mempengaruhi hasil dalam perkuliahan adalah penerapan kurikulum. Pastikan bahwa kurikulumnya n sudah mengakomodir kebutuhan masa depan, misalnya kurikulum yang  berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Di era globalisasi ini kurikulum yang dijalankan idealnya bahkan harus bisa menjawab tantangan yang akan dihadapi di masa kini dan masa depan, baik dalam dunia akademik, dunia kerja, teknologi maupun bahkan dalam menghadapi persaingan di dunia internasional.

Informasi penting lainnya yang harus diketahui adalah kualitas dosen atau pengajarnya. Semakin banyak dosen di suatu perguruan tinggi yang menulis di jurnal-jurnal ilmiah nasional dan internasional serta di media massa lokal dan nasional, berarti semakin tinggi pula reputasi dan citra perguruan tinggi tersebut, baik secara nasional maupun bahkan secara internasional.

Bagaimanapun, bagi para calon mahasiswa, sekali lagi, pemilihan tempat kuliah dan jurusan atau program studi yang tepat dan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan yang dimiliki, baik kemampuan akademik maupun kemampuan ekonomi orangtua akan sangat menentukan masa depan Anda!

*Penulis, Dr. Elli Widia S.Pd., MM.Pd adalah Dosen Pascasarjana Fakultas Ekonomi

  Universitas Batam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here