Sel. Jul 16th, 2019

BNPB Ajak Komponen Masyarakat Kurangi Risiko Bencana Alam Melalui Destana

RESONANSI.ID – Pangarso Suryotomo Kasubdit Peran Masyarakat Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPB  mengajak komponen masyarakat untuk mengurangi risiko bencana alam melalui Desa Tangguh Bencana (Destana). Permintaan Papang, demikian Pangarso Suryotomo sering disapa terungkap di Kawasan Wisata Tanjung Lesung, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Selasa (23/04/2019)

Destana adalah media bagi masyarakat untuk menangguhkan bangsa dalam penanggulangan bencana, khususnya masyarakat desa sebagai subjek yang akan melakukan penanggulangan bencana dengan kekuatan lokal yang ada desanya.

Papang menyatakan lebih dari 3.900 Destana yang telah dibentuk, termasuk menginisiasi dua Destana di Kabupaten Pandeglang. Dua Destana tersebut dijadikan percontohan yang nantinya dikembangkan oleh Pemerintah Daerah khusunya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan desa-desa lain yang ada di Kabupaten Pandeglang untuk membentuk Destana baru.

“Kami telah menginisiasi dua Destana di Kabupaten Pandeglang, itu hanya contoh saja nanti dikembangkan oleh Pemerintah Daerah khususnya BPBD untuk membentuk Destana-Destana baru,” ujar Papang.

Resiko Bencana di Kabupaten Pandeglang  tersebar di Sepuluh Kecamatan se-Kabupaten Pandeglang, diantaranya Kecamatan Panimbang, Cigeulis, Cimanggu, Sumur, Cibitung, Carita, Cikeusik, Pagelaran, serta Kecamatan Sukaresmi. Resiko bencana tersebut meliputi Tanah longsor, Gempa bumi, Banjir, Sampai bencana Tsunami.

Papang berharap setelah dilaksanakan nya kegiatan Pelatihan Siaga Bencana ini masyarakat bisa mempersiapkan diri dengan membentuk relawan masyarakat jika terjadi bencana sebelum adanya bantuan dari luar.

“Setelah dilaksanakan kegiatan ini kami berharap masyarakat bisa bersiaga ketika terjadi bencana dikemudian hari.” (Faz/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *