Sel. Apr 23rd, 2019

Bupati Pandeglang Beli Mobdin Rp 1,9 M, Kumandang Bandung Serukan Pencopotan Bupati

Pengurus Kumandang Bandung menyampaikan pernyataan sikap

RESONANSI.ID – Protes terhadap pembelian mobil dinas (mobdin) Bupati Pandeglang merek Toyota Land Cruiser Prado seharga Rp 1,9 milyar dari APBD Pandeglang TA 2018, tidak saja dilakukan oleh mahasiswa di Pandeglang. Keluarga Mahasiswa Pandeglang (Kumandang) Bandung pun memrotes lewat tayangan video yang disebar melalui media sosial.

Dalam video tersebut, Kumandang Bandung menyatakan akan mengambil sikap dan membahas pembelian mobil dinas baru seharga 1,9 M bersama DPRD. “Kumandang mendesak Bupati Pandeglang dicopot dari jabatannya. Ini bentuk dari kekecewaan kami atas keputusan-keputusan bupati yang tak lagi bersinergi dengan kebutuhan rakyat,” kata Syahrul Fazzar, Ketua Umum Kumandang Bandung yang dihubungi wartawan.

Menurutnya, Prado yang telah dibeli agar dijual kembali dan uang digunakan untuk membangun Pandeglang yang lebih maju. “Perhatikan pendidikan masyarakat. Survei kami dilapangan sebagai kaum akademis bahwa pasca adanya tsunami di pandeglang banyak anak-anak yang putus sekolah karena tak lagi mampu untuk mengimbangi kebutuhan ekonomi pendidikannya bahkan masih bnyak dari masyarakat yang kehilangan mata pencahariannya untuk sekedar makan,” bebernya.

Terkait dengan pembelian mobdin bupati, Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Pandeglang Sunarto menyatakan, pembelian dua mobil dinas Bupati tersebut diajukan oleh Sekretariat Daerah (Setda) dan sudah disetujui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). “Itu pengajuannya kan dari Setda karena daftar pelaksanaan anggarannya ada di sana,” kata Sunarto dihubungi melalui telepon seluler.

Menurutnya, pembelian mobil dinas untuk Bupati sudah diatur Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standardisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah. “Dalam pasal 1 menyebutkan kendaraan dinas adalah kendaraan milik pemerintah daerah yang dipergunakan hanya untuk kepentingan dinas, terdiri atas kendaraan dinas untuk perorangan, operasional jabatan dan khusus untuk ke lapangan,” katanya.

Asisten Daerah III Setda Pandeglang Undang Suhendar menjelaskan, pembelian Toyota Prado merupakan permintaan Bupati. Undang mengatakan mobil itu untuk kepentingan kunjungan Bupati pada saat ada kegiatan khususnya ke daerah selatan. “Itu kebijakan pimpinan. Ini permintaan dari atasan. Mobil dinas ini digunakan untuk kegiatan ibu bupati,” jelasnya. (Yul/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *