Sel. Apr 23rd, 2019

Bupati: Kami Harus Koprol Dalam Memajukan Pandeglang

Bupati Pandeglang Irna Narulita membuka Musrembang RKPD Tahun 2020.

RESONANSI.ID – Bupati Kabupaten Pandeglang Irna Narulita memberikan sambutan cukup panjang dalam pembukaan Musrembang RKPD Tahun 2020 di Pendopo Pemkab Pandeglang, Kamis (21/3/2019).

Ditengah membacakan slide bertema “isu strategis dan tema pembangunan Pandeglang 2020” bupati pun mencurahkan perasaannya kepada ratusan peserta Musrembang yang terdiri dari pejabat pemkab, OKP, pers, dan LSM, dan pejabat vertikal terkait munculnya sejumlah persoalan di Pandeglang yang dialamatkan kepadanya.

Menurutnya, ia bersama Tanto Warsono Arban (Wakil Bupati Pandeglang) tidak main-main bangun Pandeglang. Soal anggaran, kata bupati tidak ada satu sen pun yang lepas dari persetujuan DPRD. “Kebijakan anggaran semuanya hasil persetujuan bersama antara eksekutif dan legislatif. Kami ini (eksekutif dan legislatif) bagi dua sisi mata uang. Anggaran semuanaya sudah terinci untuk satu tahun dan terkunci. Namun fiskal kita terbatas jadi berdasarkan skala prioritas,” kata bupati.

Irna juga menyampaikan bahwa selama dirinya memimpin lebih banyak di lapangan. “70 persen saya ngantor dilapangan dan saya tidak pernah mengomando dari pendopo. Membangun Pandeglang tidak mudah banyak tantangan sehingga kami seperti harus koprol memajuakan Pandeglang,” jelasnya.

Dikatakannya, sudah banyak program kerja yang dibuatnya dan berhasil. “Kami gelontorkan uang tidak sedikit. Kita harus sampaikan informasi sebelum dan sesudahnya. Jangan tinggal diam (kepala dinas dam camat). Berikan informasi pada masyarakat sehingga tidak ada miskomunikasi dan munculah berita tak berimbang. Itu kan tidak saja merugikan pemerintah tapi masyarakat. Indikator keberhasilan harus kami sampaikan disini. Harus diketaui, para Kadis, Asda, ini adalah tahapan tahun terakhir dari RPJMD 2016- 2021. Kita akan membhasnya step by step,” bebernya.

Dalam kesempatan ini, Bupati juga bicara soal adanya warga di Cikeusik yang menandu orang sakit menuju Puskesmas terdekat karena jalannan rusak berat. ”Tandu itu bagus sebagai partisipasi masyarakat daam bidang kesehatan. Namun kami akan dorong untuk ambulan desa. Saati ini puskesmas hanya punya 2 ambulan,” tandasnya.

Bupati Irna juga mengaku mendapat pertanyaan dari KPK kenapa mutasi sangat sering dilakukan. “Saya jawab ini untuk memastikan roda organisasi berjalan. Kadis-kadis yang kerjanya malehoy (buruk) akan diparkir dulu,” pungkasnya. (Yul/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *