Rab. Nov 13th, 2019

resonansi.id

News and Life Style

Bupati Lebak: Jangan Halangi Keluarga JB Nyalon di Pilkada Pandeglang

2 min read

RESONANSI.ID – ‎Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Banten Iti Octavia Jayabaya menyatakan sampai saat ini belum menentukan arah partai Demokrat akan kemana dalam menghadapi Pilkada empat kabupaten di Banten.

Meski demikian, soal Pilkada Pandeglang memang sudah banyak parpol lain yang menjalin pendekatan dan komunikasi dengan Demokrat.

 “Ya, soal kelurga Jayabaya akan mencalonkan di Pilkada Pandeglang 2020 memang saya pribadi belum ngobrol dalam secara keluarga. Tetapi kalau bicara trah keluarga besar Jayabaya ‎sangat melekat di Pandeglang,” kata Iti Octavia Jayabaya seusai menyampaikan materi pada latihan kader II tingkat nasional HMI di Baitul Hamdi, Kecamatan Menes, Pandeglang, Rabu (16/10/2019).

Ia menegaskan, dalam menghadapi bursa Pilkada Pandeglang Demokrat tetap menunggu instruksi dari DPP. Nanti jika sudah ada instruksi akan membentuk Pokja di Partai Demokrat. Namun, dirinya tetap menunggu arahan dari pengurus pusat.

“Bicara arah Demokrat di Pilkada Pandeglang kita masih menunggu instruksi dari DPP untuk pembentukan Pokja sembilan biasanya. Iitu kan serentak ada empat kabupaten kota, jadi bukan hanya Pandeglang. Tetapi Serang, Cilegon dan juga Kota Tangsel. Tentunya kita masih menunggu arahan dan tentu akan membuka pendaftaran secara terbuka ,” ucapnya.

Menanggapi komentar politisi PKS Dimyati soal Keluarga JB jangan menyeberang ke Pandeglang dalam Pilkada 2020. Menurut Iti, komentar itu diakuinya tergolong normatif. Namun Iti dengan tegas menyayangkan ada pembatasan dalam pencalonan yang dilontarkan Dimyati.

“Kalau menurut saya setiap warga negara  itu sah-sah saja, toh kita ini masih satu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dimana calon Pilkades juga kan tidak harus domisili dari desa setempat. Jadi  kalau ada yang menghalangi, kita sebagai manusia tidak ada pembatasan itu. Selama warga Negara Indonesia memperoleh hak yang sama untuk kita bisa mencalonkan di mana saja,” katanya.

Ia mengaku belum pernah diajak berbicara politik soal Pilkada Pandeglang oleh keluarga besar. Namun dirinya mengetahui sudah banyak parpol selain Demokrat yang melakukan pendekatan dan menjalin komunikasi dengan Demokrat.

“Saya belum diajak ngobrol lebih dalam soal nanti turun ke Pandeglang. Jadi kami juga masih melihat perkembangan kalau memang partai politik di luar Demokrat, kami sendiri justru belum bicara ya. Di luar Partai Demokrat sudah ada pendekatan kepada keluarga saya, kalau saya saat ini masih berbicara dalam kapasitas Partai Demokrat,” katanya.

Selain soal arah Demokrat, konsep dan tujuan dam kontestasi Pilkada Pandeglang tentu akan dibahas. Meksi demikian, dia menyebutkan jaringan kekeluargaan dari Jayabaya melekat di Kabupaten Pandeglang.

“Kalau untuk ide dan gagasannya juga, saya belum diajak bicara oleh keluarga terkait dengan Pilkada di Pandeglang. Tetapi  kalau Pak Dimyati punya keluarga di Lebak, kami juga punya keluarga besar di Pandeglang, tidak hanya di Kopi, di Pareang, di Kadu Jurig, Kadu Peusing, malah saya sekolah SMP di Pandeglang,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihak keluarga besar Jayabaya membuka peluang untuk melakukan koalisi maupun menutup ruang koalisi, karena dirinya masih melihat situasi dan perkembangan arus politik di Pandeglang.

“Kalau ada ajakan koalisi, Politik itu dinamis, kemungkinan-kemungkinan itu bisa saja terjadi, tergantung bagaimana nanti komunikasi kita. Semua punya peluang yang sama, kemungkinan koalisi yang sama. Jadi, kita masih menunggu perkembangan dan situasi di Pandeglang,” katanya. ‎ (Yul/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori