Cara Agar Anak Tetap Betah di Rumah Masa Pandemi Covid-19

RESONANSI.ID, – Pada masa pandemi covid-19 semua orang diimbau menjalankan aktivitas di dalam rumah. Kondisi seperti ini tentu membuat sebagian orang mengalami stress atau kejenuhan.

Keadaan ini tidak hanya bisa dirasakan oleh orang dewasa namun juga bagi anak-anak, sebagian besar banyak orang mencari cara untuk keluar dari kondisi kejenuhan ini, bahkan berpikir keras untuk mencari cara agar anaknya tetap bisa aktif di dalam rumah.

Menurut Noor Anggraeny, dokter spesialis anak ada banyak cara agar anak bisa tetap melakukan kegiatan dirumah dengan senang dan bahagia.

“Anak-anak usia di bawah 1 tahun bisa bermain di lantai yang sudah diberi alas dan durasi yang tidak berpengaruh 30 menit,” Ungkapnya

Coba lakukan sesi rutin perut waktu di mana anak berbaring di atas perutnya selama beberapa waktu. Pastikan anak dalam keadaan terbangun dan selalu dalam pengawasan Anda.

“Bisa bacakan buku, atau bacakan cerita,” kata dr Noor, seperti dikutip Antara ,Sabtu (16/01/21).

Sebaiknya juga tidak menahan anak agar diam di satu waktu dalam durasi lebih dari 1 jam, seperti meletakkannya di kereta bayi atau digendong hingga 1 jam.

Hiburan lewat gawai jadi alternatif yang menggoda anak bisa anteng tanpa harus ke luar rumah, namun screen time untuk anak di bawah usia 1 tahun tidak diterima.

Untuk anak usia 1 samoai 3 tahun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) batas maksimal waktu layar tidak boleh lewat dari 1 jam.

Anda dapat menelepon untuk melakukan panggilan video agar bisa terhubung dengan keluarga yang berjauhan di tengah pandemi covid-19.

“Jangan jadikan screen time, ini yang sering dilakukan, untuk menenangkan anak. Karena anaknya rewel jadi kita kasih saja begitu tablet atau TV. Itu tidak boleh,” tutur dia.

Dia menambahkan, sebaiknya tidak menonton tayangan makan atau 1 jam sebelum tidur. Sebab, anak harus konsentrasi ketika makan sehingga tidak boleh ada interaksi lain dari luar. Sementara waktu nonton sebelum tidur dapat menyulitkan anak untuk tidur nyenyak.

“Orang tua harus jadi contoh. Ini yang paling penting melibatkan anak dalam aktivitas rumah sehari-hari. Ini bisa menjadi aktivitas fisik dalam keadaan mungkin rumah yang tidak mumpuni untuk kegiatan anak yang suka lari-larian,” jelasnya.

Batita benar untuk aktif bergerak sekira 180 menit per hari. Anak-anak yang sudah bisa berjalan dan berlari dapat diajak bermain lempar bola, atau bermain memasak-masakan.

Anak usia 3 sampai 6 tahun yang sedang melewati masa prasekolah bisa beraktivitas lebih berat dibandingkan umur sebelumnya, seperti naik sepeda. Manfaatkan ruang di dalam rumah, atau halaman di depan rumah.

Bila tidak ada ruangan yang mumpuni untuk bermain sepeda, pengasuh bisa mengajak anak untuk bercocok tanam sebagai alternatif.

“Sekarang ada kan media hidroponik, kita bisa bercocok tanam, (ajak anak) bantu-bantu membersihkan rumah, nyapu-nyapu, ya jangan berharap itu akan bersih tapi setidaknya dia tahu bahwa dia ada kegiatan untuk aktif,” paparnya.

Sementara anak usia sekolah dengan rentang umur 6 sampai 12 tahun yang tidak diingatkan tidak terlalu terlena dengan gawai. Waktu layar yang tidak lebih dari 90 menit. Dorong anak untuk menggunakan waktu luang dengan bergerak aktif, misalnya bermain lompat tali atau berolahraga.

Panduan serupa untuk usia remaja yakni 12 hingga 18 tahun. Durasi screen time yang tidak lebih dari 2 jam. (Redaksi)

14 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here