Curahan Pekerja Seni yang Terdampak Covid-19 di Kota Cilegon

RESONANSI.ID, CILEGON – Seiring meningkatnya warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cilegon, Pemerintah Kota  (Pemkot) Cilegon memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 24 September 2020.

Dengan pemberlakukan PSBB ini jadi tamparan khususnya  bagi warga Cilegon, terutama masyarakat yang tidak punya penghasilan tetap seperti  para pekerja seni yakni musisi kafe, musisi jalanan, dan sebagainya.

Opang Skay seorang pekerja seni sekaligus  ketua Community Music Entertaiment (COMET) mengatakan, bahwa kebijakan PSBB tanpa ada pemberian solusi membuat para pekerja seni harus kehilangan mata pencahariannya.

“Kebijakan PSBB yang  tidak dibarengi solusi untuk pekerja seperti kami, membuat kami harus kehilangan mata pencaharian. Tidak semua warga Cilegon itu pengusaha atau pekerja pabrik, ada juga pekerja seni seperti kami yang menjadikan dunia seni sebagai ladang mencari rezeki,” tutur Opang Skay, Selasa (15/9/2020).

Opang Skay juga berharap agar pemerintah bisa memperhatikan pekerja seni, karena dari sejak pandemi di bulan Maret lalu belum ada tindakan pemerintah daerah terkait dampak pandemi untuk pekerja seni.

“Sejak pandemi pada bulan maret lalu, belum ada bantuan dampak pendemi bagi kami pekerja seni. Ada juga  bantuan dari Kementrian pemuda dan olahraga, itupun hanya untuk  beberapa saja”  Jelas Opang Skay.

“Sebenarnya semua terkena dampak, bukan hanya pekerja seni. Yang membedakan hanya besar kecil dampak tersebut. Saya berharap pemerintah daerah kota Cilegon memperdulikan nasib pekerja seni seperti kami. Walau pun bekerja menjadi penghibur jalanan, kami juga bagian dari masyarakat yang ikut terdampak Covid-19.” (Shr/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here