Sab. Sep 21st, 2019

resonansi.id

News and Life Style

Dermaga TPI Teluk Labuan Jadi Lokasi Pavorit Bukber

2 min read

Warning: in_array() expects parameter 2 to be array, null given in /home/resonans/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Features/SrcsetFilter.php on line 174

Ratusan warga memadati Dermaga TPI Teluk untuk berbuka puasa, Sabtu (1/6/2019) Foto: Gungun Gunawan

RESONANSI.id – Pada Bulan Suci Ramadan 1440 H, Lapangan TPI Teluk Labuan menjadi salah satu primadona bagi masyarakat sekitar untuk buka bersama. Pengunjung TPI Teluk sangat menikmati panorama alam serta mulai melupakan bencana Tsunami yang meluluhlantakan lokasi ini akhir tahun 2018 silam.

Aneka jenis santapan takjil atau hidangan pembuka buka puasa dijual bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa memang sangat beragam di TPI Teluk.

Rupa-rupa makanan yang menggugah selera dijual di sini. Sebut saja seperti bubur sop, bubur lemu, gorengan, aneka kue-kue pasar, otak-otak, hingga aneka jenis makanan khas daerah.

Tak hanya makanan ringan, hidangan pokok juga turut dijual di sini. Seperti, ikan bakar, cumi bakar, ayam goreng, nasi liwet, hingga sate kikil dan usus.

Bagi warga yang mencari minuman segar juga tak perlu khawatir. Dari puluhan pedagang yang berjualan di sini, ada dari mereka yang menjual minuman segar. Seperti, es blewah, soup buah, kolak, bubur candil, bubur sumsum, hingga es rumput laut.

Setiap tahunnya, tempat ini ramai dikunjungi masyarakat. Letaknya yang dekat dengan bibir pantai, membuat masyarakat berlama lama .

Seperti Rinti, Sekretaris Desa Cikadueun Kecamatan Saketi, ia jauh-jauh jauh menyempatkan untuk datang dan mampir ke Dermaga TPI untuk berbuka bareng bersama rekan kerjanya. Baginya, harga makanan di tempat ini lebih murah dibanding dengan tempat-tempat lain.

“Buka bareng kali ini sengaja saya ajak teman teman kesini, sekalian menikmati pemandangan pantai dan sunset” kata Rinti.

Menurut dia, makanan di TPI rasanya enak. Serta pilihannya banyak. Sehingga membuat para pengunjung tidak bosen terhadap makanan yang dijual di sini. “Jadi kan bisa ganti-ganti beli makanannya. Biar nggak bosan,” lanjut Rinti.

Pesona pasar batako Teluk juga mengundang minat warga sekalipun tidak mengais rezeki di sekitar sini. Seperti Imanudin yang kerap kali berbelanja bersama anak nya sekedar untuk berbuka puasa disini.

Sementara itu, bagi penjual makanan, Ibu Ida momen ramadan seperti sekarang memang membawa berkah tersendiri. Dagangannya tak pernah sepi peminat. Meski banyak pesaing di kanan kirinya, nyatanya tidak membuat lapaknya sepi.

“Bulan Ramadhan saya sering keteteran dengan yang belanja, makanya saya dengan suami sering mengajak tetangga juga untuk membantu berjuakan. Kalau hari biasa biasanya sendirian atau sama si bapak,” pungkasnya.

Untuk ikan bakar seperti rajagantang biasa dijual di sini dengan harga Rp 30 ribu per kilo nya, jika membeli dengan nasi satu bakul  maka hanya dihargai Rp 20 ribu. Sedangkan untuk minuman dan kopi dihargai Rp 3 ribu per gelas. Sementara itu, untuk satu cup es kacang ijo dibanderol Rp 4 000an. (Als/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori