Didepak Dari Manchester City, Samir Nasri Gabung West Ham

foto kumparan

RESONANSI.ID – Pemain Manchester City Samir Nasri memang didepak Josep Guardiola dari klubnya karena tersandung kasus doping. Kabar terakhir menyebutkan Nasri sudah berlabuh ke West Ham United dan diikat kontrak hingga akhir 2018/19.

“Keputusanmu untuk memilih suatu klub didasari ambisimu. Saya pikir, West Ham memiliki segalanya untuk menjadi salah satu klub terbesar di London. Ada 60.000 orang yang hadir di laga kandang, kami bermain di stadion kelas Olimpiade. Pusat latihan juga ada di sana dan pemilik klub ini mau berinvestasi demi menciptakan tim yang mumpuni. Segala sesuatunya sudah tersedia untuk melakukan pekerjaan yang hebat,” ucap Nasri, dilansir Skysport via kumparan.

Kedatangan Nasri ke West Ham tidak cuma berkisah tentang reuninya bersama Premier League, tapi juga tentang perjumpaan kembali dengan Manuel Pellegrini. Sosok Cile yang kini resmi menjadi pelatihnya itu adalah otak di balik segala kegemilangan Nasri saat masih membela Manchester City.

Ya, pada 2013 hingga 2016, Pellegrini-lah yang berpredikat sebagai pelatih City. Di musim perdananya, Pellegrini mengantar City mengangkat trofi juara Premier League. Lucunya, West Ham menjadi lawan terakhir City di pengujung kompetisi Premier League 2013/14 itu.

Total empat gelar diraih oleh Nasri bersama Manchester Biru: dua gelar Premier League serta masing-masing satu Piala Liga Inggris dan Community Shield. Seratus tujuh puluh enam laga telah dimainkan oleh Nasri bersama City, sementara 27 gol serta 40 assist dipersembahkannya untuk ‘The Citizens’ dalam lima musim.

Namun, sejak musim 2015/16 jasa Nasri tidak terlalu sering dipakai oleh City, bertepatan dengan kedatangan Josep Guardiola sebagai suksesor Pellegrini. Pada musim tersebut Nasri hanya tampil 12 kali di Premier League. Guardiola bahkan pernah mengumumkan bahwa Nasri tidak masuk dalam skema permainannya.

Hengkang dari City, Nasri malang-melintang. Mulai dari Sevilla (pinjaman), hingga ke klub asal Turki, Antalyaspor, pada Agustus 2017. Sialnya, meski belum setahun di sana–tepatnya pada 31 Januari 2018–Antalyaspor memutuskan untuk mengakhiri kontrak Nasri.

“Kembali ke liga paling kompetitif di dunia dan bergabung dengan tim dengan ambisi tinggi dan dilatiha oleh pelatih yang saya kenal baik adalah pekerjaan terbaik di dunia. Saya benar-benar bersemangat dengan kesempatan baru ini,” jelas Nasri. (nav/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *