Kam. Mei 23rd, 2019

Ditengahi Camat Cimanuk, Atlet Judo yang Sempat Jadi Kuli Bersalaman dengan Pelatihnya

Dede Fariz meminta maaf kepada pelatihnya disaksikan Camat Cimanuk Hj Nuriah.

RESONANSI.ID– Masih ingat Dede Fariz? Ya, Dede merupakan atlet judo Pandeglang yang cukup berprestasi terpaksa menjadi kuli bangunan di Kota Tangerang karena merasa galau dengan kehidupannya sebagai atlet dan keinginannya mencukupi kebutuhan hidup ibuya.

Perjalanan Dede dari atlet menjadi kuli juga jadi perbincangan setelah banyak media massa mengangkat beritanya. Berita Dede jadi kuli sanggup membuat berbagai kalangan di Pemkab Pandeglang dan KONI Pandeglang kebakaran jenggot. Sayangnya, untuk urusan seperti ini, para pemangku kepentingan di Pandeglang khususunya, bergerak lambat atau tidak cekatan melakukan upaya misalnya mencari tahu duduk persoalannya kemudian mencari jalan keluar.

Konon, berita ini pun telah sampai ke telinga Ketua KONI Banten dan Gubernur Banten. Tafsir para pemangku kekuasaan di daerah ini tentu berbeda. Ada yang menilai apa yang dilakukan Dede tidak seharusnya mengemuka karena bikin malu, ada juga pihak yang mendukung agar pemangku kepentingan tahu bahwa seorang atlet butuh prestasi namun ada jaminan masa depan dan kehidupan yang layak.

Namun pada Senin (4/3/2019) cerita tentang Dede kembali muncul. Kali ini beritanya positif yaitu adanya musyawarah antara Dede dengan Pelatih Judo Pandeglang Nani disaksikan perwakilan Pengurus PJSI Pandeglag Bai Suwirot serta Camat Cimanuk Hj Nuriah. Camat sendiri mengaku mau terjun sebagai mediator dengan alasan tanggungjawab karena Dede dan pelatihnya sama-sama warga Kecamatan Cimanuk.

Suasana musyawarah antara Dede dan pelatih disaksikan tiga atlet judo perempuan Pandeglang lainnya awalnya berlangsung sedikit tegang. Kedua belah pihak sempat bersikukuh dengan pendapatnya masing-masing dengan kata lain sama-sama merasa sudah benar. Untungnya, berkat bimbingan Camat Cimanuk suasana mencair. Dede mengakui kehilapannya terlalu vulgar bercerita soal kondisi judo di Pandeglang dengan alasan saat itu sangat ingin jadi TNI dan berharap dukungan pengurus dan pelatih judo. Selain itu Dede menyatakan ingin kembali berlatih.

Pelatih Judo Pandeglang Nani menampik tidak mendukung cita-cita Dede baik sebagai atlet maupun dalam mengejar karirnya. “Kami sudah memperjuangkan atlet dengan segenap kemampuan. Semua atlet yang berlatih dengan saya diurusi seperti anak sendiri. Saya juga memikirkan masa dengan anak-anak saya termasuk Dede. Tapi kenapa jadi begini?” kata Nani yang diliputi kesedihan.

Nani juga menyesalkan anak didiknya membuat pernyataan yang menurutnya memembuat gaduh. Soalnya, kata Nani, pihaknya selama membina Dede dan atlet judo lainnya sudah berusaha menampung aspirasi atlet hingga berusaha mengarahkan kuliah atau bekerja. “Dede Fariz memang atlit binaan saya dari SMP, dia pernah juara 3 PON remaja tapi belum pernah ikut Popnas, yang dia ikuti Kejurnas PPLP juara 2, dia bukan atlit PON Jabar 2016 karena untuk masuk PON harus punya poin. Dia (Dede-red) masih sangat jauh untuk masuk jadi gak bisa,” kata Nani.

Untuk masalah kuliah, menurut pelatih jebolan UPI Bandung ini ia sudah menyarankan Dede kuliah tapi gak mau. “Kalau yang bersangkutan mau saya bisa bantu masuk ke UPI Bandung. Ibu Rumiah (Rumiah Kartorejdo, Ketua KONI Banten) dulu pernah nyuruh uang Dede setelah menang PON Remaja dikelola buat masa depan dia, tp dia gak mau juga dengan alasan untuk beli keperluan lain. Kita pengurus sudah datang ke rumahnya dari dua tahun lalu ngebujuk untuk gabung lagi di judo Pandeglang tapi menyatakan tidak mau dan malah sekarang kerja,” jelas guru SMPN 2 Cimanuk ini.

“Kami pengurus sudah berusaha semaksimal mungkin untuk masa depan dia kedepan dari dulu. Kejadian seperti ini kami takutkan namun terjadi juga,” pungkasnya tampak bersedih.

Bendahara PJSI Pandeglang Bai Suwirot mengatakan, saat akan Porprov pihaknya sudah mencoba menghubungi Dede namun saat itu Dede menyatakan ingin berhenti dan pindah ke daerah lain. “Saya juga tahu percis Dede karena dibina sejak kecil oleh PJSI. Saya sempat kehilangan kontak dan tahu setelah muncul di media massa dan bekerja jadi kuli. Kami ingin peristiwa ini tidak terulang lagi karena PJSI ingin tetap membina siapapun yang mau berlatih dengan kami,” jelas Bai.

Camat Cimanuk Hj Nuriah menyatakan terpanggil untuk memertemukan keduabelah pihak lantaran mereka warganya sendiri. “Pelatih dan atlet judo ini warga saya (Cimanuk) Saya terpanggil untuk mempertemukan. Setelah mendengar pernyataan keduabelah pihak kami berkesimpulan ini miskomunikasi. Namun mereka sudah sepakat untuk kembali bersama,” kata Nuriah.

Ditambahkannya, Pemerintah Daerah tengah berusaha memfasilitasi atlet yang berprestasi untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. “Semuanya tentu ingin kehidupan dan masa depan yang layak. Pemda Pandeglang kami kira tidak akan tinggal diam kalau dikomunikasikan dengan baik,” kata Nuriah. (Yul/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *