DPMPPTSP: PT CTU Telah Kantongi Izin

67
foto ilustrasi

RESONANSI.ID –  Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Pandeglang mengumumkan bahwa PT Cahaya Teknologi Unggas (CTU) di Kecamatan Mekarjaya sudah mengantongi izin resmi. Sebelumnya, perusahaan ini sempat didemo massa karena dituding tidak memiliki Izin dan tidak mempunyai dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

“Gak bener itu, Karena PT Cahaya Teknologi Unggas sudah mempunyai perizinan,” ungkap Kabid Perizinan Pada DPMPPTSP Pandeglang, Erik, Selasa (30/6/2020).

Erik menjelaskan, bahwa perizinan PT. CTU yang berlokasi di Desa Sukamulya, Kecamatan Mekarjaya, ini merupakan pengalihan dari PT Borneo yang bergerak dalam usaha peternakan dan telah melakukan adendum.

“Kalau tidak salah itu addendum atau pengalihan dari PT yang sebelumnya dan semua mekanisme sudah ditempuhnya,” terangnya.

Di lokasi berbeda, Kepala Bidang Tata Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang, Yana mengungkapkan, bahwa PT. CTU juga telah mengantongi dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai salah satu prasyarat terbitnya izin dari DPMPPTSP Pandeglang.

“Kalau dia punya izin berarti ada beberapa rekomendasi DLH mengenai UPL dan UKL dan saya pastikan bahwa PT. CTU telah mengantongi Dokumen UPL/UKL,” ungkapnya.

Terpisah, Legal Manager PT CTU, Zainal Muttaqin menjelaskan, untuk perizinan seluruhnya sudah lengkap. Namun memang jika pun masih ada perizinan yang mesti dipenuhi, PT. CTU akan berkoodinasi dengan instansi terkait untuk melengkapinya.

“Soal perizinan, kami sudah lengkap. Namun tentu kami pun akan terus konsultasi dengan instansi terkait jika memang masih ada perizinan yang harus ditempuh,” terang Zainal.

Menurut dia, sejak awal beroperasi sejak dua tahun lalu, perusahaannya sudah melengkapi seluruh perizinan, termasuk dengan masyarakat setempat. Zainal menjelaskan, sebelum diisi oleh PT. CTU, bangunan tersebut sebelumnya digunakan oleh PT. Borneo.

“Kita take over dari PT. Borneo dan semua izin sejak awal beroperasi itu sudah kita lengkapi,” ujar dia.

Selain melengkapi perizinan, perusahaannya juga memprioritaskan warga setempat untuk ikut bekerja di PT.  CTU. Dari total 122 karyawan, sekitar 95 persen berasal dari warga setempat.

“Ada 95 operator kandang dan 13 orang sekuriti yang merupakan warga lokal, dan sisanya yang menjadi tenaga ahli dan dokter hewan itu warga luar,” terang dia.

Lebih lanjut Zainal menerangkan, dalam mempekerjakan karyawan perusahaannya menggunakan jasa pihak ketiga untuk operator kandang dan sekuriti. Sedangkan sisanya merupakan karyawan organik.

Baik karyawan organik maupun melalui pihak ketiga, sistem penggajiannya sudah disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pandeglang.

“Selain karyawan mendapatkan gaji sesuai dengab UMK, mereka juga mendapatkan insentif dan uang lembur. Selain gaji, karyawan juga mendapat BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan,” beber dia.

Mengenai dana Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaannya tentu sangat memperhatikan hal itu. Setiap bulan, perusahaannya rutin mengalokasikan anggaran untuk sejumlah masjid di sekitar perusahaan serta sumbangan lainnya. Bahkan saat pandemi Covid-19, perusahaannya ikut membantu masyarakat dengan menyumbangkan ribuan butir telur.

“Selama pandemi Covid-19 kita menyalurkan 6.000 butir telur melalui BPBD Pandeglang, belum lagi yang kami kita langsung ke puskesmas terdekat,” pungkasnya. (Yul/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here