Sel. Apr 23rd, 2019

Ini Hewan yang Terancam & Sudah Punah di 2018

RESONANSI.ID – 2018 bukan tahun yang baik bagi dunia fauna. Ada beberapa hewan dinyatakan punah pada 2018 ini, dengan sebagian spesies lainnya dinyatakan terancam punah.
Berkurangnya habitat alami serta perburuan merupakan dua dari sekian penyebab sulitnya hewan liar bertahan hidup.

“Aktivitas manusia merupakan penyebab utama dari hampir semua kepunahan baru-baru ini,” ucap Stuart Butchart, Kepala Ilmuwan di BirdLife International, seperti dikutip IFLScience via kumparan.
Para ilmuwan di BirdLife sendiri telah melakukan penelitian selama delapan tahun dengan menggunakan metode statistika. Studi dilakukan untuk mengetahui apakah 51 spesies burung yang sudah sangat terancam punah masih bertahan atau sudah benar-benar punah.

Riset tersebut mengkonfirmasi bahwa delapan dari 51 spesies burung yang diteliti itu ternyata sudah punah atau kemungkinan besar sudah punah. Salah satu spesies yang dinyatakan telah punah pada 2018 adalah burung beo biru asal Amerika Selatan, Spix’s Macaw, yang terkenal berkat film animasi Rio.
Penelitian itu juga menemukan delapan spesies burung lain dinyatakan punah atau kemungkinan besar sudah punah, serta puluhan lainnya dinyatakan terancam punah. Salah satu burung yang diperkirakan sudah punah adalah trulek Jawa dari Indonesia.

Tiga jenis burung lain yang dipastikan punah adalah Alagoas foliage-gleaner dan Cryptic treehunter dari Brazil, serta Poo-uli dari Hawaii, AS.

Badak Putih Utara Jantan dan Cougar Timur
Selain burung, dunia juga kehilangan pejantan badak putih utara terakhir di dunia. Badak bernama Sudan yang berusia 45 tahun itu mati di Suaka Margasatwa Ol Pejeta Conservancy, Kenya, pada 19 Maret 2018.
Saat ini hanya ada dua badak putih utara yang tersisa di dunia dan mereka tinggal di Kenya. Yang menjadi masalah adalah keduanya merupakan badak betina, sehingga kelangsungan spesies badak putih utara bergantung pada reproduksi buatan.
Cougar timur, kucing liar besar yang hidup di hutan, pegunungan, dan padang rumput di timur laut Amerika Utara juga dinyatakan telah punah. Status tersebut ditetapkan oleh pemerintah AS, melalui U.S. Fish and Wildlife Service, pada Januari 2018.

Ancaman Kepunahan bagi Beberapa Hewan Laut
Bukan hanya hewan yang tinggal di daratan, makhluk laut juga mengalami ancaman kepunahan. Lumba-lumba Porpoise vaquita yang hidup di Teluk California kini hanya tersisa 12 ekor dan kemungkinan akan segera mengalami kepunahan di masa depan.
“Kita akan kehilangan (vaquita),” Sea McKeon, seorang dosen biologi di St Mary’s College of Maryland, seperti dikutip Mashable.
Setelah 250 tahun, beberapa jenis hiu dan pari, seperti largetooth sawfish, electric rays, guitarfish, dan ghost shark juga terancam punah.
Salamander raksasa China yang sudah hidup di Bumi selama 170 tahun kini terancam mengalami kepunahan. Saat ini dilaporkan 80 persen populasinya telah habis selama 50 tahun terakhir akibat kerusakan habitat.
Spesies ‘purba’ dengan nama latin Andrias davidianus ini merupakan keturunan dari stegosaurus dan diplodocus.

Jerapah Masuk Status Hewan Terancam Punah
Untuk pertama kalinya, jerapah dinyatakan terancam punah pada 2018. Nasib yang sama juga dirasakan oleh hampir semua jenis lemur.
Untuk serangga, sebanyak 97 persen populasi kupu-kupu western monarch di Amerika Serikat dan Amerika Selatan menurun tajam selama dua dekade terakhir dan diambang kepunahan.

Beda Nasib Gorila Gunung dan Badak Hitam
Tidak semua hewan mengalami nasib yang menyedihkan. Contohnya gorila gunung yang statusnya berubah dari Critically Endangered menjadi Endangered. Berkat upaya konservasi, jumlah gorila gunung kini lebih dari 1.000 ekor.

Untuk pertama kali dalam 50 tahun, badak hitam akhirnya kembali ke habitat aslinya di alam liar di Chad. Berkat kerja sama pemerintah dan pegiat konservasi, enam badak hitam (dua jantan dan empat betina) kini hidup di Zakouma National Park, Chad, setelah dipindahkan dari Afrika Selatan.
Tikus kanguru San Quintin, yang pernah disebut punah selama 30 tahun, juga kembali menunjukkan eksistensinya. Hal serupa juga terjadi pada salamander Danau Patzcuaro, yang selamat dari kepunahan berkat dirawat oleh biarawati Katolik di Meksiko.
Bagaimana dengan tahun 2019? Semoga tidak ada lagi hewan yang dinyatakan punah pada tahun ini. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *