Jabat Ketua RT, Rumah Raniman di Cikeusik Rusak Berat & Nyaris Roboh

206
Ketua RT, Raniman menunjukkan rumahnya yang disangga tiang. (foto; Hidayataul Fajri)

RESONANSI.id – Tinggal dirumah yang layak dan sehat masih menjadi mimpi bagi Raniman, Ketua RT 01 RW 04 Kampung Margasari, Desa Curug Ciung, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten  Pandeglang . Soalnya, kediaman Raniman yang telah duhinunya 30 tahun terakhir ini bersama keluarganya berupa gubuk yang sudah reot serta tidak berdiri tegak lagi.

Raniman setahun lalu dilantik sebagai ketua RT dan kesehariannya adalah buruh tani. Ia bersama keluarganya tetap bertahan dirumah yang tak layak huni ini lantaran tidak mempunyai biaya. Kondisi rumah sangat memperhatikan karena bilik rumah sudah usang dan banyak yang bolong serta sisi rumahnya harus disangga menggunakan kayu karena nyaris roboh.

Raniman mengaku sudah hampir 3 kali mengusulkan bantuan rehab rumah ke pihak desa agar mendapat bantuan sosial dari pemerintah, namun kenyataannya hingga kini belum sama sekali mendapatkan bantuan. “Di kampung kami ada 18 yang rusak dan rumah saya paling parah. Lihat saja bagian samping sudah disangga  dan kalau dibuka ya rumah saya pasti roboh.  Saya sudah coba minta bantuan ke desa cuma ada jawaban dari pak lurah belum keluar bantuannya,” ujar Raniman, Kamis (13/6/2019).

Rumah Ketua RT Raniman tampak rusak bagian depan. (foto :Hidayatul Fajri)

Lebih lanjut ia mengatakan, selama ini ia beserta istrinya mengandalkan pekerjaan sebagai buruh tani sebagai penopang kehidupannya, namun itu pun hanya pada saat musim cocok tanam atau musim panen tiba.

“Saya belum pernah mendapatkan bantuan apapun, Raskin juga saya cuman dikasih dari yang dapat jatah karena kalau saya tidak masuk dalam data. Paling kalau ada yang nyuruh kuli ya saya kerja tapi kalau ga ada yang nyuruh saya nganggur,” katanya.

Masih kata Raniman, ia memiliki 2 orang anak, yang masih bersamanya, anak pertamanya sudah bekerja, namun belum bisa membantu Raniman karena hanya bisa mencukupi kebutuhan anaknya, sedangkan anak keduanya masih bersekolah di salah satu sekolah yang ada di kampungnya.

“Ya harapannya mendapatkan bantuan, walaupun tidak membangun baru setidaknya ada buat rehab. Ya takut tidak takut akhirnya cuman mau diapain, tapi kalau ada hujan disertai angin besar dan ada gempa bumi saya ngungsi dulu ke rumah tetangga atau kerabat soalnya takut roboh,” ujarnya dengan raut sedih.

Salah seorang tetangga, Sukri membenarkan hal tersebut. Menurutnya, selama ini Raniman tidak pernah mendapatkan bantuan sosial apapun dari pemerintah. Sebagai tetangga, ia mengaku sangat prihatin serta berharap ada bantuan siapa saja yang untuk membantu tetangganya tersebut.

“Kasihan lihat kondisi rumahnya, lantai dapurnya aja dari tanah, terus lantai rumahnya dari papan itu juga sudah pada bolong. Sebagai tetangga saya berharap beliau dapat bantuan, ya minimal buat rehab,” jelasnya. (Faz/Red)

8 KOMENTAR

  1. First of all I want to say fantastic blog! I had a quick question which I’d like to ask if you don’t mind.
    I was curious to find out how you center yourself and clear your mind before writing.
    I have had a hard time clearing my thoughts in getting my thoughts out there.
    I truly do take pleasure in writing but it just seems like the first 10 to 15
    minutes are usually wasted simply just trying to
    figure out how to begin. Any suggestions or tips?
    Kudos!

  2. Helpful information. Lucky me I discovered your website by
    chance, and I am shocked why this accident didn’t took place
    earlier! I bookmarked it.

  3. You can definitely see your skills within the
    work you write. The sector hopes for even more passionate writers
    such as you who aren’t afraid to say how they believe.
    All the time follow your heart.

  4. Good day! I could have sworn I’ve been to this website before but
    after browsing through some of the post I realized it’s new to me.
    Anyways, I’m definitely delighted I found it and I’ll be book-marking
    and checking back often!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here