Kadinsos : Keuntungan Agen BPNT Sisihkan Untuk Zakat dan Shodakoh

RESONANSI.ID, PANDEGLANG– Kepala Dinas Sosial Pandeglang, Nuriah, meminta agen bansos pangan atau dikenal dengan BPNT (bantuan pangan non tunai) memberikan pelayanan terbaik kepada warga penerima bansos pangan atau KPM (keluarga penerima manfaat). Seperti menjaga kualitas komoditi dan melakukan pembinaan sosial dari keuntungan yang didapat agen dari selisih pembelian komoditi.

“Bansos ini salah satu tujuannya untuk membantu kecukupan gizi masyarakat, mencegah stunting, dan memberdayakan ekonomi lokal,” Ungkapnya.

Lanjutnya, Agen sebagai ujung tombak bansos harus mampu menjaga kualitas komoditi agar saat sampai ke penerima dalam keadaan baik.

“Bantu juga warga miskin dengan menyisihkan sebagian keuntungan untuk zakat dan infak,” kata Nuriah saat launching bansos pangan di Kampung Cipicung, Desa Giripawana, Kecamatan Mandalawangi, Rabu (20/1/21).

Hadir dalam lanuncing ini Kapolsek Mandalawangi AKP Totok Warsito unsur Kejaksaan Negeri Pandeglang Heryanto, Camat Mandalawangi Yamin Bunyamin, Pendamping PKH (program keluarga harapan) Mandalawangi, dan Kepala Desa Giripawana.

Nuriah menambahkan, bansos sembako akan mempercepat memutus mata rantai kemiskinan jika tepat sasaran. Soalnya, kata Nuriah, warga penerima bansos pangan juga menerima program lainnya seperti PKH.

“Program penentasan kemiskinan dipadukan oleh pemertintah agar lebih efektif. Untuk itu kami mengajak kepada seluruh penerima menggunakan bansos ini dengan baik dan bertanggungjawab,” jelasnya.

Nuriah mengakui jika belum semua warga miskin mendapatkan bansos pangan. “Masalahnya beragam seperti masih ada yang punya Nomor Induk KTP (NIK) dobel, ditemukan NIK yang tidak sepadan dengan data Kemendagri, NIK yang masuk golongan 4 atau kategori hampir miskin yang sudah tidak layak dapat bansos. Persoalan data ini sedang kami tangani sehingga seluruh warga miskin di Pandeglang bisa terkafer bansos,” beber Nuriah.

Camat Mandalawangi Yamin Bunyamin meminta agar agen teliti saat menerima dan mendistribusikan pangan.

“Cek kualitasnya, Apalah sesuai dengan harga yaitu Rp 200 ribu per KPM (keluarga penerima manfaat) atau tidak? Kalau tidak sesuai komplen agar diganti oleh suplayer dan laporkan ke tim pendamping bansos,” harapnya. (Yul/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here