Kemendikbud Ristek Temukan Kampus Palsu di Serang Banten

RESONANSI.ID, SERANG – Kemendikbud Ristek temukan kampus/ perguruan tinggi swasta di wilayah Serang, Banten yang diduga Palsu alias Abal abal, yakni Universitas Painan.

Oleh sebab itu masyarakat perlu berhati-hati dalam memilih perguruan tinggi setelah lulus SMA.

Ahli Madya Biro Hukum Kemendikbud Ristek Polaris Siregar mengatakan, Universitas Painan, Serang, Banten ini telah memalsukan 5 Surat Keputusan Mendikbud mengenai izin pendirian perguruan tinggi.

“Untungnya adalah perguruan tinggi (Universitas Painan) ini belum merekrut mahasiswa, jadi belum ada yang dirugikan. Jangan sampai ada yang kuliah di sana dan mengeluarkan sejumlah biaya,” kata Polaris, dilansir suara.com, Kamis (29/4/21).

Dia menjelaskan, legalitas perguruan tinggi sudah tercantum dalam Pangkalan Data Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Ristek, yang bisa dicek masyarakat secara mudah melalui online.

“Mohon kesediaan publik atau mahasiswa mencari tahu perguruan tinggi yang terdaftar di Ditjen Dikti termasuk perguruan tinggi swasta. Termasuk PT yang diselenggarakan di luar Kemendikbud maupun PT yang diselenggarakan di bawah Kemenag. Kami menganjurkan masyarakat mau mengakses dan tidak sulit mengaksesnya,” ucapnya.

Dalam kasus ini, Kemenristek Dikbud menemukan ada lima SK yang dipalsukan terkait pendirian perguruan tinggi oleh Universitas Painan diantaranya yaitu

1. SK Mendikbud mengenai izin perubahan nama dan lokasi salah satu PTS yang berlokasi di Jawa Timur ke Banten.

2. SK Mendikbud mengenai izin pembukaan prodi Akuntansi (Sarjana).

3. SK Mendikbud mengenai izin pembukaan prodi kenotariatan (Magister) pada salah satu PTS di Banten

4. SK Mendikbud mengenai izin prodi Ilmu Hukum (Doktor).

5. SK Mendikbud mengenai izin penggabungan dua sekolah tinggi menjadi Universitas di Banten.

Dari kasus tersebut maka Universitas Painan dinilai telah melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Pada Pasal 60 ayat (2) undang-undang ini dinyatakan bahwa PTS adalah lembaga pendidikan yang didirikan oleh masyarakat dengan membentuk badan penyelenggara berbadan hukum yang berprinsip nirlaba dan wajib memperoleh izin dari Mendikbud.

Lebih lanjut, Ditjen Dikti akan segera menggandeng Polda Metro Jaya untuk dilakukan gelar perkara menetapkan tersangka dalam kasus adanya 5 SK Mendikbud palsu tersebut.

(Als/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here