Kam. Okt 17th, 2019

resonansi.id

News and Life Style

Masa Penjaringan Balon Ketua KONI Diperpanjang 7 Hari

2 min read

RESONANSI.ID – Tim Penjaringan Bakal Calon (Balon) Ketua KONI Pandeglang periode 2019-2023 diperpanjang tujuh hari mulai 1 sampai dengan 7 September 2019. Keputusan ini diambil dalam musyawarah yang dilakukan tim penjaringan dengan pengurus cabang anggota KONI Pandeglang, Minggu (1/9) di Kantor KONI setempat.

Ketua Tim Penjaringan Balon Ketua KONI Pandeglang Muhaemin menyatakan, perpanjangan masa penjaringan dikarenakan hanya ada satu balon yang dinyatakan memenuhi syarat.

“Saat penjaringan balon sebenarnya ada tiga orang yang mendafar yaitu Mustandri, Sirojudin, dan Wawan Sofwan. Namun setelah diverifikasi dua balon yakni Mustandri dan Wawan Sofwan dinyatakan tidak memenuhi syarat karena keduanya merupakan pejabat stuktural di pemerintahan. Larangan pejabat struktural menjadi ketua KONI tertuang dalam UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang system keolahragaan nasional PP Nomor 16/2007 tentang penyelenggaraan keolahragaan,” kata Muhaemin.

Ditambahkannya, dalam persyaratan yang baru ada beberapa ketentuan tambahan yang harus disertakan pendaftar. Tambahan itu antara lain melampirkan ijazah minimal lulusan SMA dan surat keterangan sehat dari lembaga kesehatan pemerintah.

“Penambahan persyaratan ini untuk lebih memantapkan sosok calon Ketua KONI yang ideal dalam berbagai segi. Tujuannya tentu untuk menjadikan KONI sebagai lembaga payung olahraga yang terpercaya baik dalam hal pembinaan maupun prestasi,” jelas Muhaemin.

Sementara itu, Ketua KONI Pandeglang Syahruddin mendukung adanya perpanjangan masa penjaringan. Tujuannya kata Syahruddin untuk mengakomodir aspirasi pengurus cabang olahraga yang jumlahnya 34 pengcab. “Keputusan penambahan waktu penjaringan sudah disepakati bersama balon. Waktu dan teknisnya juga sudah dirapatkan bersama pengcab. Kita harapkan para pengcab punya banyak kesempatan mencalonkan sosok-sosok yang ideal disamping calon yang sudah lolos yaitu Sirojudin guna memenuhi aspirasi dari masyarakat olahraga,” katanya.

Ditambahkan Syahruddin, Musorkab Pandeglang yang akan dilaksanakan 25 September 2019 memang diarahkan untuk demokratis dan terbuka. “Di saat daerah lain masih tutup mata dengan UU SKN, maka kami bersikap untuk patuh pada UU. Ini bagian dari aportivitas,” tandasnya.  (ras/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori