Jum. Jul 19th, 2019

Membaca Peta Kandidat Pilbup Pandeglang 2020, Ini Daftarnya

foto istimewa-ilustrasi

RESONANSI.ID – Jika mengacu pada Undang-undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah yang menyebutkan Pilkada yang dilaksanakan Tahun 2015 maka pelaksanaan Pilkada berikutnya adalah tahun 2020. Artiya pada tahun 2019 pula, masyarakat sudah banyak yang mulai mereka-reka peta kandidat untuk Pilbub Kabupaten Pandeglang.

Memetakan siapa kandidat yang selama ini digadang-gadang dan berpotensi maju dalam Pilbup Pandeglang juga akan berdampak positif kepada masyarakat antara lain memberi kesempatan lebih panjang pada pemilih menimbang-nimbang siapa sosok yang layak membawa Kabupaten Pandeglang benar-benar terlepas dari statusnya sebagai daerah tertinggal dan terbelakang.

Adapun sejumlah nama yang berhasil ditangkap resonansi.id di lapangan pasca Pemilu 2019 karena kerap diperbincangkan masyarakat bakal maju di Pilbup sekaligus menantang petahana yang dominasinya cukup kuat di antaranya Dedi Gumelar alias Miing, Toni Fatoni Mukson, Andiara Aprilia, Vivi Jaya Baya, Yoyon Sujana, dan Aap Aptadi.

Dedi Gumelar

Siapa yang tidak kenal Dedi Gumelar alias Miing. Politisi PAN ini baru saja mengikuti Pileg 2019 dan mewakili Dapil Banten 1 (Pandeglang-Lebak) dengan raihan suara lumayan tinggi 45.669. Walaupun raihan suara sebanyak ini belum cukup mengantarkan eks anggota DPR RI ke Senayan namun cukup jadi gambaran bahwa Miing punya modal sosial.

Di Pileg 2019, suara PAN Pandeglang juga mengalami peningkatan dan mampu menempatkan 3 wakilnya di DPRD Pandeglang (sebelumnya hanya satu kursi) dan satu kursi di DPRD Banten. Tiga kursi di parlemen ini memang belum cukup bagi PAN mengusung calon namun setidaknya jadi modal untuk masuk dalam kancah kontesntasi level daerah.

Toni Fatoni Mukson

Nama Toni sangat familiar bagi masyarakat Pandeglang karena Toni saat ini menjabat Ketua DPC PKB Pandeglang serta mantan Ketua PC NU Pandeglang. Karir politik Toni cukup moncer terbukti dengan keberhasilannya menduduki jabatan anggota DPRD Banten saat ini dan pada Pilgub Pandeglang 2014 lalu nama Toni pun sempat dijagokan menjadi kandidat. Sayangnya, Toni Muskon gagal lolos ke senayan karena suaranya di Pileg 2019 masih kalah bagus oleh sejumlah caleg dari partai lainnya. Toni Mukson disebut-sebut memiliki pendukung setia khususnya dari kalangan NU.

Saat Pileg 2019, PKB Pandeglang pun mampu meraih 6 kursi dengan total suara di level kabuaten sebanyak 64.513 serta 1 kursi DPRD Banten.

Andiara Aprilia

Andiara Aprilia merupakan representasi kekuatan “dinasti” Rt Atut Chosiyah yang saat ini menjabat Anggota DPD RI Dapil Banten. Kiprah Andiara  yang juga istri Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban di Kabupaten Pandeglang memang tidak begitu terlihat namun tetap memiliki modal politik yang cukup besar. Ini terbukti dengan raihan suara Andraia yang tinggi dalam Pemilu 17 April lalu dan memastikan kembali jadi anggota DPD RI. Selain itu, Andiara juga anak emas Golkar di Pandeglang yang merupakan sebuah kekuatan politik besar dan sangat menentukan arah politik lokal.  Melihat modalitas ini, maka masyarakat banyak yang meyakini bahwa Andiara akan maju sebagai Calon Bupati.

Vivi Jaya Baya

Nama Vivi belakangan ini jadi perbincangan. Penyebabnya perempuan yang mewakili klan dinasti Jaya Baya Lebak ini disebut-sebut gagal ke Senayan setelah kalah bersaing oleh rekan separtainya yakni Demokrat yaitu putra mantan Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah, Rizki Aulia Rahman.

Mencuatna nama Vivi sebagai salah satu kandidat di Pilkada Pandeglang sering terdengar di kalangan masyarakat Pandeglang yang memang secara sosio kultural masih memiliki kemiripan dengan Kabupaten Lebak termasuk dalam tata kelola pemerintahannya. Sedikitnya, Kabupaten Lebak harus diakui memiliki kelebihan dan kemajuan dibanding Kabupaten Pandeglang.

Yoyon Sujana

Nama Yoyon Sujana dalam kancah politik lokal Pandeglang cukup dikenal. Yoyon merupakan mantan kepala desa sekaligus politisi yang sukses. Ia merupakan calon bupati Pandeglang tahun 2009 silam yang saat itu meraih suara kedua terbanyak setelah pasangan terpilih Erwan Kurtubi-Heryani. Gagal jadi bupati tidak membuat karir Yoyon redup karena ia berhasil menjadi anggota DPRD Banten dari partai Demokrat.

Dalam Pemilu 2019, Yoyon pun kembali menyegel satu kursi di DPRD Banten yang artinya kans untuk kembali maju dalam Pilgub Pandeglang 2020 terbuka lebar bagi Yoyon. Partai Demokrat pun cukup solid di Pemilu lalu dan mampu menempatkan sedikitnya 5 fungsionarisnya di DPRD Pandeglang.

Aap Aptadi

Siapa yang tidak kenal Aap Aptadi. Politisi senior ini namanya tetap harum ditengah masyarakat Pandeglang karena kiprahnya di bidang sosial, organisasi Pemuda Pancasila, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) cukup memberikan warna dalam dinamika sosial politik daerah. Tidak lengkap rasanya kalau dalam Pilgub Pandeglang 2020 nanti nama Aap tidak ada sebagai calon. Demikian sekelumit pernyataan warga Pandeglang saat dimintai komentar terkait sosok Aap Aptadi. Apalagi dalam setiap event Pilkada, Aap pun tidak pernah absen dan terakhir di Pilkada 2015 ia maju sebagai calon bupati bersama mantan Sekda Pandeglang Dodo Juanda. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *