Kam. Jul 18th, 2019

Membaca Peta Koalisi Parpol Jelang Pilkada Pandeglang 2020

Oleh: Luki Lukman Hakim

Pilkada Pandeglang baru akan digelar November 2020 mendatang. Namun sudah banyak nama yang digadang- gadang nyalon dan berseliweran di portal berita, media cetak, dan televisi hingga grup-grup percakapan semisal WhatsApp.

Namun hingga saat ini parpol pemegang tiket kandidat bergeming. Bukan berarti mereka tidak mengamati karena sesungguhnya parpol tengah membangun kekuatan. Saling mengintip peluang dan sebagian mulai mendiskusikan peta koalisi baik dengan maksud mereposisi calon petahana maupun memuluskan jalan petahana melanjutkan kekuasaan lima tahun ke depan.

Lantas seperti apa peta koalisi parpol di Pilkada Pandeglang 2020 nanti? Menjawab ini sebenarnya tidak terlalu sulit. Sebab secara alamiah parpol di Pandeglang sudah terpolarisasi ke dalam dua kutub kekuatan dan tergambar jelas saat Pemilu 2019 khsusnya Pilpres. Kekuatan pertama adalah parol yang akan mempertahankan kekuasaan petahana yakni PKS, Nasdem, dan PAN. Apa sebab? Di empat parpol ini, kuku petahana menancap kuat serta di Pileg 2019 lalu petahana banyak mengusung keluarga dan klannya mencalonkan diri. Pendek kata, Pilpres 2019 bagi petahana adalah pemanasan sebelum terjun ke gelanggang sebenarnya.

Pun demikian, kuku-kuku petahana yang menguasai segala sumber daya politik, tentu akan punya kekuatan menancapkan kuku kekuasaanya di tubuh parpol yang tidak disebutkan di atas. Wajar juga kalu ada yang memprediksi finalnya petahana hanya akan bersaing dengan bumbung kosong.

Agar terhindar dari kehadiran bumbung kosong yang konon bentuk kegagalan kaderisasi parpol dan kemunduran demokrasi suatu daerah, maka tidak ada cara bagi masyarakat yang masih mencoba waras selain berupaya memberikan dorongan agar si empunya parpol besar sebut saja Golkar, PDIP, PKB, Gerindra, dan PPP sama-sama mengusulkan kader terbaiknya masing-masing di Pilkada nanti sehingga kontestasi lima tahunan tidak sekadar proyek politik lima tahunan semata.

Pun jika merasa belum siap mengusung kader, parpol yang sejatinya milik publik dan lahir dari rahim rakyat, diharapkan parpol berkoalisi dan sepakat mengusung calon yang nantinya mampu menjawab persoalan di Kabupaten Pandeglang, memiliki kompetensi, bertigritas dan jauh dari prilaku koruptif.

Selama ini ada banyak nama putra daerah yang punya kompetensi menakhodai Pandeglang namun dilalahnya generasi ini rata-rata lahir dari rahim yang sederhana bahkan miskin serta nasabnya (maaf) tidak jelas sehingga tidak punya cukup modal untuk membujuk masyarakat kembali kenalarnya. (**)

*Mahasiswa STIE BANTEN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *