Ming. Jun 16th, 2019

Pandeglang Sudah Miliki Asosiasi Pokdarwis

Kepala Disparda Pandeglang mengukuhkan Asosiasi Pokdarwis Pandeglang

Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang terus melakukan gebrakan untuk membangkitkan sekaligus memromosikan pariwasita daerah. Salah satunya dengan menghimpun para pelaku wisata dan stake holder lainnya kedalam Asosiasi Pokdarwis Pandeglang (APP). Pembentukan lembaga yang diinisasi Dispar Pandeglang ini dilakukan pada Kamis 6 Desember 2018 di Penginapan Bunar Tunggal bersamaan dengan kegiatan peningkatan SDM pelaku wisata.

Adapun kepengurusan Pokdarwis ini telah disahkah dan acuannya adalah SK Bupati Nomor 556.31/406-HUK/2018 tentang pembentukan desa wisata Kabupaten Pandeglang 14 November 2018 dan Perda Kabupaten Pandeglang Nomor 6/2016 tentang rancanangan induk kepaiwisataan Kabupaten Pandeglang 2015-2015. APP diketuai oleh Huddan Zulkarnaen.

Kepengurusan dilengkapi dengan adanya tiga koordinator zona yaitu zona satu Dani Arsani dan Saepudin,Zona 2 Arif dan Ahmad Suryadi. Zona 3 deden sudiana ddan fahmi. “Semoga Assosiasi ini bisa saling mendukung untuk peningkatan destinasi wisata di Pandeglang,” demikian kata Kabid Destinasi dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Rosy Sukmawati.

Menurutnya, susunan pengurus inti ini mewakili zona-zona pariwisata yang ada di Pandeglang. “Tugas pertama mereka membuat AD-ART, penyusunan personalia lengkap dengan tupoksinya untuk 3 tahun kedepan. Kesuksesan dan keberhasilan Assosiasi ini tergantung usaha dan semangat mereka. Kami hanya mensuport dari belakang,” jelas Rosy.
Sementara itu, dalam kegiatan kegiatan peningkatan SDM pelaku wisata, Dinas Pariwisata Pandeglang menghadirkan sejumlah nara sumber yang kompeten di bidangnya seperti Kepala Dispar Pandeglang Dr Hj Asmani Reneyanti, MM MHA, Kepala DPMPD Pandeglang Taufik Hidayat, dan pegiat Geopark.

Kepala Disparda Pandeglang menyatakan, Pembangunan kepariwisataan memerlukan dukungan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan di bidang pariwisata. Katanya, masyarakat adalah salah satu unsur penting pemangku kepentingan untuk bersama-sama dengan Pemerintah dan kalangan usaha/ swasta bersinergi melaksanakan dan mendukung pembangunan kepariwisataan.
Pembangunan kepariwisataan menurut Asmani harus memperhatikan posisi, potensi dan peran masyarakat baik sebagai subjek atau pelaku maupun penerima manfaat pengembangan, karena dukungan masyarakat turut menentukan keberhasilan jangka panjang pengembangan kepariwisataan. Dukungan masyarakat dapat diperoleh melalui penanaman kesadaran masyarakat akan arti penting pengembangan kepariwisataan. Untuk itu dibutuhkan proses dan pengkondisian untuk mewujudkan masyarakat yang sadar wisata.

“Masyarakat yang sadar wisata akan dapat memahami dan mengaktualisasikan nilainilai penting yang terkandung dalam Sapta Pesona. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) merupakan salah satu komponen dalam masyarakat yang memiliki peran dan kontribusi penting dalam pengembangan kepariwisataan di daerahnya. Keberadaan Pokdarwis tersebut perlu terus didukung dan dibina sehingga dapat berperan lebih efektif dalam turut menggerakkan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan lingkungan dan suasana yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kegiatan kepariwisataan di sekitar destinasi pariwisata.”

Sedangkan Kepala DPMPD Pandeglang taufik Hidayat memberikan materi tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menurut Taufik, BUMDes pariwisata sangat potensial dikembangkan di Pandeglang mengingat sejumlah desa banyak yang mengandalkan ekonominya dari wisata laut dan pantai.”Kami akan mendorong BUMDes kepariwisataan berkembang dan jadi pengungkit ekonomi warga desa,” kata Taufik.

Kepala DPMPD Pandeglang memberikan materi.
(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *