Kam. Okt 17th, 2019

resonansi.id

News and Life Style

Pengamat Media Apresiasi Rencana Pembuatan Film Si Ja’un dari Baduy

3 min read

Dari kiri : Sutradara Dedy Setiadi, Penulis Skenario Uten Sutendy, dan Produser Dhoni Ramadhan saat Sosialisasi perdana rencana pembuatan film "Petualangan Si Ja'un dari Baduy" di  Rangkasbitung, Jumat (25/7/2019) -Foto Istimewa-

RESONANSI.ID – Pengamat media Aat Surya Safaat menyambut baik dan mengapresiasi rencana pembuatan film “Petualangan Si Ja’un dari Baduy” yang akan mengangkat keaslian dan kemurnian nilai-nilai kehidupan warga Baduy di Provinsi Banten.

“Sebagai putera Banten, saya mengapresiasi dan mendukung rencana pembuatan film yang akan mengangkat kearifan lokal warga Baduy tersebut,” kata Aat kepada pers di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Aat yang pernah menjadi Kepala Biro Kantor Berita ANTARA di New York itu mengemukakan keterangan tersebut terkait adanya rencana pembuatan film tentang nilai-nilai luhur Warga Baduy yang diangkat dari novel “Petualangan Si Ja’un dari Baduy” karya Novelis Banten, Uten Sutendy.

Sosialisasi perdana rencana pembuatan film tentang kehidupan warga Baduy yang terkenal bijaksana dalam menjaga lingkungan hidupnya itu dilakukan pada 25 Juli 2019 di Kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Acara yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Ormas Badak Banten itu dihadiri oleh Dedy Setiadi (sutradara), Dony Ramadhan (produser), Uten Sutendy (penulis skenario), Ki Buya (tokoh masyarakat Banten), dan Suhendy (salah satu pejabat pada Dinas Pariwisata Provinsi Banten).

Selain itu hadir pula sejumlah tokoh masyarakat adat, wartawan, budayawan, dan pejabat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak.
Aat menyatakan optimistis film “Petualangan Si Ja’un dari Baduy” bukan hanya akan diminati warga Banten, tetapi juga akan laku secara nasional bahkan internasional, terutama karena adanya kearifan Orang Baduy dalam menjaga lingkungan hidup dan kelestarian alam.

“Secara internasional ada tiga isu yang tak pernah basi, yaitu isu demokrasi, hak asasi manusia, dan lingkungan hidup. Nah, warga Baduy itu terkenal bijak dalam menjaga lingkungan hidupnya,” kata wartawan senior kelahiran Pandeglang Banten yang juga pernah menjadi Pemimpin Redaksi Kantor Berita ANTARA itu.

Terkait film “Petualangan Si Ja’un dari Baduy”, Ki Buya selaku salah satu tokoh masyarakat Banten sebelumnya menyatakan siap memberikan dukungan bagi suksesnya pembuatan film tersebut
“Kami masyarakat Banten mendukung pembuatan film Si Ja’un dan akan semaksimal mungkin membantu suksesnya proses pembuatan film itu,” kata Ki Buya pada sosialisasi perdana rencana pembuatan film tersebut.

Sementara itu Uten Sutendy, penulis novel sekaligus penulis skenario film si Ja’un mengatakan, film tersebut bergenre komedi satire yang mengandung pesan nilai-nilai luhur untuk kehidupan masyarakat modern.

“Ini bukan semata soal film, tapi tentang nilai-nilai luhur dan pesan bermakna yang dikemas dalam bentuk sebuah film komedi yang apik dan menghibur,” kata Uten yang juga dikenal sebagai budayawan.

Pernyataan senada disampaikan Dedi Setiadi selaku sutradara yang sebelumnya menyutradarai beberapa film layar lebar seperti “Naga Bonar” dan “Keluarga Cemara”. Menurut dia, nilai-nilai kehidupan luhur Orang Baduy sangat penting diangkat ke dalam sebuah film bermutu.

“Ini sebuah karya film yang kita harapkan bisa menjadi tuntunan menarik bagi masyatakat dunia, karena keaslian dan kemurnian nilai-nilai kehidupan warga Baduy sangat diperlukan untuk menjadi cermin bagi kehidupan orang kota yang mengaku modern,” katanya.

Pada kesempatan terpisah, Doni Ramadhan sebagai produser merasa yakin film Si Ja’un bisa “booming” karena memiliki daya tarik dan keunikan sangat khas dan orsinil.

“Saya merasa bangga bisa menjadi produser pembuatan film ini. Ini sebuah film karya dari perpaduan dua orang yang hebat, sutradara kawakan dan budayawan dari Banten yang produktif, ” kata produser yang beberapa karyanya meraih penghargaan di festival film nasional dan intenasional.

Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Banten memberikan dukungan terhadap proses pembuatan film tersebut serta bisa mengajak dan mendorong masyarakat untuk menikmati tuntunan dan tontonan film Si Ja’un yang bisa disebut Si Kabayan dari Banten, saat film itu ditayangkan nanti. (Red/Yul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori