Rab. Mei 22nd, 2019

Protes Randis Baru, Mahasiswa & Warga Sindangresmi Gotong Wanita Hamil ke Kantor Bupati

Aksi teatrikal mahasiswa memprotes pembelian kendaraan dinas bupati.

RESONANSI.ID – Protes keras terhadap kebijakan Bupati Pandeglang Irna Narulita membeli kendaraan dinas baru Merek Toyota Land Cruiser Prado Rp 1, 9 milyar lebih semakin meluas. Bahkan puluhan massa yang mengatasnamakan Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) PC Pandeglang dan FK PPL Sindangresmi menggelar aksi di depan kantor Bupati Pandeglang pada Rabu (13/3/2019).

Dalam aksi ini, pendemo melakukan aksi teatrikal yang memeragakan seorang ibu yang tengah hamil digotong ke Kantor Bupati Pandeglang dengan menyusuri jalan yang rusak dan becek. Sebuah keranda yang bertuliskan Prado Rp 1,9 Milyar juga dijadikan alat oleh pedemo untuk menyindir Bupati Pandeglang yang membeli mobil senilai Rp1,9 miliar di tengah kondisi infrastrukur di daerah yang buruk.

Koordinator Lapangan, Ahmad Fauzi menuturkan, teatrikal ini menggambarkan kondisi sosial masyarakat di wilayah Kampung Jeruk, Desa Pasir Lancar dan Kampung Lebak Gedong, Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi yang setiap hari harus berjuang melintasi kondisi jalan penuh lumpur.

Menurutnya, dua ruas jalan desa tersebut kondisinya sudah rusak sejak tahun 1980 hingga tahun 2019 belum juga dapat perhatian dari pemerintah dan terkesan telantar. “Tidak ada yang memperhatikan kami, pada saat ada ibu hamil yang berrisiko tinggi ditandu untuk mendapatkan untuk mendapatkan pelayanan di Puskesmas Sindangresmi, contohnya kasus ibu Rasmah yang ditandu jam dua malam dan kejadian itu terulang kembali pada abah Tolib,” kata Fauzi.

Menurutnya, keputusan bupati membeli mobil mewah dari APBD sangat melukai hati masyarakat yang tengah kesusahan. Selain itu menurutnya, DPRD Pandeglang sangat lemah dalam melakukan fungsi pengawasan. “APBD Pandeglang minim dan masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi Pemda malah mengeluarkan kebijakan yang tidak menggembirakan pada rakyat dengan membeli mobil mewah.”

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Pandegang. Namun tidak ada pejabat terkait yang menemui pendemo sehingga mereka membubarkan diri. (Yul/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *