Rab. Jul 17th, 2019

Reaktivasi KA Rangkasbitung-Labuan 56,4  KM Kembali Dibahas

Kereta di Stasiun Cimenyan Pandeglang

RESONANSI.ID – Re aktivasi jalur Kereta Api Rangkas-Labuan kembali mengemuka. Ini terungkap dalam Rapat Kordinasi  Reaktivasi Jalur Kereta Api (KA) Rangkasbitung – Labuan yang berlangsung di Aula Bapeda Provinsi Banten KP3B Curug Kota Serang, di pimpin Sekretaris Daerah Provinsi Banten Al Muktabar, Kamis (13/6/2019).

Dalam rapat terungkap, Pemerintah Provinsi Banten serius dalam merespon kebijakan – kebijakan nasional salah satunya reaktivasi kereta api di Banten khususnya jalur Rangkas-Labuan sepanjang 56,4 km. Pun demikian, Pemprov Banten ingin sekali memosisikan masyarakat menjadi subjek pembangunan. “Paradigma masyarakat sebagai objek pembangunan harus diubah menjadi masyarakat subjek pembangunan ” kata Al Muktabar dikutip localnews.id.

Pihaknya menginginkan membangun kesetaraan terhadap masyarakat yang terkena dampak reaktivasi. “Apabila kesetaraan tersebut terjalin maka masyarakat akan mempunyai rasa memiliki terhadap pembangunan tersebut,” tegasnya.

Selain itu Al Muktabar juga menginginkan adanya keterbukaan dalam proses reaktivasi tersebut sehingga tidak terjadi prasangka buruk masyarakat. Termasuk untuk memunculkan kearifan lokal dalam rangka membangun kesetaraan dan keadilan. “Karena kita tidak ingin efek dari pembangunan tersebut berakibat buruk kepada proses pembangunan reaktivasi jalur kereta api,”  ungkapnya.

Sekda Banten meminta kepada Kementerian Perhubungan RI yang menjadi leading sector pembangunan reaktivasi jalur kereta api agenda – agenda rapat sifatnya menjadi fungsional.

Untuk diketahui  reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung – Labuan akan dilakukan dengan dua segmen. Segmen pertama sepanjang 18,7 km antara Rangkasbitung – Pandeglang pada Tahun Anggaran 2019 – 2021. Sedangkan segmen kedua sepanjang 37,7 km antara Pandeglang – Labuan pada Tahun Anggaran 2020 – 2022. Reaktivasi jalur kereta api tersebut bertujuan untuk meningkatkan perekonomian wilayah melalui penguatan konektivitas. (Yul/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *