Rab. Jun 19th, 2019

REFLEKSI 145 TAHUN HUT PANDEGLANG

(Bermetamorfosis Atau Tetap Menjadi Ulat)
Oleh : G. Gunawan

Ulat tidak selalu menjadi kepongpong lalu berubah kupu-kupu, bisa saja ulat akan hidup kemudian dia mati pada usia tertentu. Dalam sebuah siklus metamorfosis sempura wujud organisme akan mengalami perubahan tahapan demi tahapan. Mulai dari telur menjadi larva (ulat), kemudian pupa (kepongpong) dan berubah menjadi kupu-kupu. Namun lain halnya dengan ulat yang mengalami siklus metamorfosis tidak sempurna, dia akan berubah wujud menjadi organisme lain yang tidak diharapkan, atau bahkan mengalami kepunahan akibat tidak bisa bertahan dalam kelangsungan hidupnya. Itulah sebabnya proses metamorfosis selalu identik dengan perubahan wujud yang semakin baik dan lebih cantik diakhir tahapan kehidupannya.

Kabupaten Pandeglang saat ini berusia 145 Tahun terhitung sejak diresmikannya 1 April 1874 hingga tahun ini 2019. Usia yang sudah lebih dari cukup bahkan dikatakan tua dalam sebuah proses pemerintahan dan pembangunan daerah. Begitu juga dalam masa kepemimpinan Kabupaten Pandeglang sudah mengalami 31 kali pergantian bupati mulai dari yang pertama R.T Aria Tjondronegoro Djayanegara masa bakti 1848-1849 hingga kini Irna Narulita masa bakti 2016-2021 begitu panjang perjalanan pemerintahan Pandeglang dibandingkan dengan kota lainnya.

Kabupaten Pandeglang merupakan daerah yang memiliki luas wilayah terbesar di Provinsi Banten setelah kabupaten Lebak. Wilayah ini juga memiliki sumber daya alam yang melimpah, hutan yang luas, pegunungan, sumber daya maritim, danau, sawah, air dan masih banyak lagi. Kabupaten Pandeglang juga memiliki budaya masyarakat yang Islami bahkan dijuluki sebagai ‘Seribu Ulama Sejuta Santri’, masyarakat yang bersahaja dan damai. Kota kecil yang masih mempertahankan budaya dan kearifan lokal tak ada tempat hiburan, bioskop, mall merupakan salah satu ciri dan kultur yang harus dipertahankan demi eksistensi masyarakat yang memegang teguh nilai-nilai keislamannya.

145 tahun Kabupaten Pandeglang berdiri, harus kita akui bahwa semenjak kepemimpinan Irna Narulita dengan visi dan misinya menjadikan Kabupaten Pandeglang fokus terhadap agro bisnis, maritim bisnis dan wisata bisnis ada sedikit memberikan perubahan dibeberapa bidang pemerintahan dan sektor lainnya, ini juga tentunya merupakan harapan beliau dan masyarakat yang mampu mendongkrak pendapatan asli daerah. Harus kita akui juga pemerintah daerah mampu meraih penghargaan ke 3 terbaik dalam Evaluasi Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tahun 2018, meraih status WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK RI pada tahun 2016 lalu, dan mengangkat budaya lokal kedalam kegiatan festival-festival budaya di pemerintahan daerah.

Namun masih banyak juga beberapa persoalan masyarakat saat ini belum tertuntaskan, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, sosial ekonomi, dan infrastruktur. Masyarakat belum secara keseluruhan mendapatkan pendidikan yang lebih baik, keterbatasan ekonomi menjadikan banyak masyarakat tidak bisa untuk melanjutkan sekolah kejenjang pendidikan yang lebih tinggi, akibatnya menjadi beban keluarga dan menjadi pengangguran pada usia produktif. Kesenjangan kaya dan miskin semakin terlihat antara kota dan desa, hal ini karena sulitnya masyakarat meningkatkan taraf hidupnya karena keterbatasan lapangan kerja di daerah, Gizi buruk yang merajalela akibat sulitnya masyarakat mendapatkan fasilitas kesehatan yang baik, Sumber daya ekonomi desa tidak sepenuhnya dapat terdistribusikan ke kota akibat infrastrtuktur jalan yang semakin hancur dan menghambat konektifitas warga, Sistem demokrasi dan politik lokal seperti terkebiri oleh penguasa, kesempatan masyarakat untuk berkompetisi kecil harapannya untuk menang karena terbatasnya ruang politik dan anggaran yang dimiliki. Penegakan hukum dan budaya korupsi yang makin merajalela ditataran pemerintah dan pedesaan. Pada usia ini perlu adanya keseriusan pemerintah dalam menanganinya.

Dihari jadi Kabupaten Pandeglang ini tentu masayarakat menaruh harapan besar terhadap pemangku kebijakan, berharap pemerintah mampu memperbaiki tatanan birokrasi berdasarkan good govermence, pemerataan pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan kualitas sumber daya manusia lebih unggul, menciptakan lapangan kerja, serta perekonomian daerah semakin meningkat, lingkungan sosial dan budaya yang baik agar menjadikan kabupaten Pandeglang lebih baik lagi.

Selamat ulang tahun Kabupaten Pandeglang yang ke-145 tahun.Semoga tujuan pembangunan Kabupaten Pandeglang sesuai dengan kebutuhan dasar yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat, mampu bermetamorfosis sempurna seperti ulat menjadi kupu-kupu. (Penulis adalah ketua Nalar Pandeglang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *