Sab. Sep 21st, 2019

resonansi.id

News and Life Style

Satker DPMD Banten : Kegiatan Program Inovasi Desa Tahun 2019 Akan Dipercepat

2 min read

Warning: in_array() expects parameter 2 to be array, null given in /home/resonans/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Features/SrcsetFilter.php on line 174

RESONANSI.id – Satuan Kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Banten menggelar Rapat Koordinasi ke II Program Inovasi Desa selama tiga hari, Senin – Kamis (08-11/07/2019) bertempat di Hotel Istana Nelayan, Tangerang.

Acara tersebut dihadiri oleh beberapa perwakilan TIK (Tim Inovasi Kabupaten), TAPM (Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat), Camat, TPID (Tim Program Inovasi Desa) Kecamatan, dan PD (Pendamping Desa) dari empat kabupaten, yakni Serang, Pandeglang, Tangerang, dan Lebak.

Didin Aliyudin, Selaku ketua panitia pelaksana kegiatan (PPK) menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan ini digelar dalam rangka percepatan pelaksanaan Program Inovasi Desa di Provinsi Banten.

“Pelaksanaan program inovasi desa di Provinsi Banten sudah ketinggalan dibanding provinsi lain, sehingga dengan kegiatan rakoor ini semua Kabupaten bisa melaksanakan dengan segera, serta lebih baik dari tahun sebelumnya,” Tuturnya.

Sama halnya dengan Enong Suhaeti, Plt Kepala Dinas PMD Provinsi Banten menyampaikan harapan yang tinggi agar pelaksanaan program inovasi desa bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pengembangan SDM di desa-desa se Provinsi Banten.

“Dengan adanya program inovasi desa tentu akan berefek pada kemajuan serta selaras dengan visi dan misi Gubernur Banten, meningkatkan perekonomian desa, dan pemerataan pembangunan sumber daya manusia dipinggiran,” Tuturnya.

Berbeda dengan Nur Said, Kasubdit Ditjen PPMD, menyampaikan dalam pemaparanya bahwa Program inovasi desa di Banten harus dilakukan dengan kerja-kerja taktis agar Bursa Pertukaran Inovasi Desa sebagai momentum besar di program  tidak lewat dari kalender penyusunan perencaaan reguler di desa pada akhir Juli.

Sementara itu M. Ilham Gilang, Tenaga Ahli Pengelolaan Pengetahuan PID Provinsi Banten menyampaikan bahwa PID yang sudah berjalan di Banten sejak 2018 memiliki output 4,5% Replikasi pada Dana Desa di Provinsi Baten. Ia juga mengharapkan seluruh peserta memahami skema dan substansi PID Tahun 2019, dan melaksanakan step by step tahapan program secara baik, dengan taget BID pada akhir Juli ini.

“Acara ini digelar agar seluruh stakeholder pelaku PID memahami dengan baik pelaksanaan baik dari segi filosofis, stategis dan taktis demi kemandirian dan kemajuan desa di Provinsi Banten,” Pungkasnya (Als/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori