Soal Bansos APBN, Pemuda & Masyarakat Picung Minta Pertanggungjawaban Camat

67

RESONANSI.ID – Kisruh penyaluran program sembako APBN di Kecamatan Picung memancing reaksi dari warga dan pemuda Picung yang tergabung dalam Forum Masyarakat dan Pemuda Picung (FMPP). Bahkan lembaga ini telah melayangkan surat permohonan audiensi kepada Camat Picung Ahmad Fitoni sebagai Ketua Tim Kordinator kecamatan dalam program ini.

Dalam surat permintaan audiensi yang diterima resonansi.id, FOMPPA menulis tuntutannya antara lain agar Camat Picung mengevaluasi dan bsp; TKSK setempat karena terindikasi merangkap sebagai suplayer sembako, dugaan TKSK tidak melaporkan adanya E-warung bodong, nbsp; membiarkan kurang lebih 400 KPM BPNT dalam keadaan kosong atau tanpa saldo selama 3 bulan, TKSK diduga membiarkan sembako secara paket, serta dugaan TKSK menjual sembako dengan harga jauh lebih mahal dibanding harga pasaran.

Presidium FOMPPA Agus Leo membenarkan perihal adanya tuntutan warga dan masyarakat terhadap camat.

“Picung sebagai Tim Koordinasi sudah tidak becus dalam menjalankan tugasnya memastikan program sembako sesuai pedum dan ketentuan. Kami juga akan ungkap bukti kongkalingkong camat dengan TKSK serta suplayer dalam program ini,” kata Agus Leo, Senin (13/7/2020)

Baca Juga : Agen Sembako Bansos APBN di Picung Terima Komoditas Tak Sesuai Pesanan

Sementara itu, Camat Picung Ahmad Fitoni menyatakan siap menghadapi dan menjelaskan kepada warga atau KPM terkait bansos sembako. Namun camat mengaku tidak mau komentar lebih panjang. “Silakan kalau audensi saya tunggu. Yang lain-lain (komentar) belum perlu saya utarakan,” katanya lewat pesan WA. (Yul/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here