Rab. Jun 19th, 2019

STIA Banten: Kampus Kecil yang Prestatif

Dulu masyarakat awam sering mengasosiasikan, kampus yang handal adalah kampus yang luas, dengan fasilitas yang serba mewah. Kesan itu yang dulu tertanam di benak masyarakat. Kondisi tersebut berangsur-angsur mulai terhapus sejak berdirinya kampus-kampus yang kecil tapi prestatif. Sebut saja Bina Sarana Global (BSI), LP3I. Kampus tersebut kecil tapi alumni banyak yang diterima di dunia kerja.

Kini di Provinsi Banten telah hadir salah satu kampus kecil dengan berbagai prestasi dan inovasi. Salah satu kampus tersebut adalah Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Banten.

Ketua STIA Banten, Ir Pryo Handoko, MM
Sejak memperoleh izin pendirian pada tanggal 8 Juli 2002, perkembangan STIA Banten dari tahun ke tahun dapat dilihat dari beberapa aspek, yakni pengembangan fisik, pengembangan karir dosen, perkembangan mahasiswa, lulusan mahasiswa, dan pengembangan jaringan (networking).

1. Pengembangan Fisik
STIA Banten pada tahun 2016 menjadi momentum pengembangan fisik yang paling monumental karena sejak awal tahun 2016 hingga oktober 2016 telah membangun kampus yang terdiri dari 3 lantai di arena seluas 5000 m2, terletak di Jalan Raya Serang-Pandeglang KM. 1,5 Kampung Cikondang Kelurahan Pandeglang Kec. Pandeglang Kab. Pandeglang. Pada area ini juga telah di bangun sarana ibadah berupa Masjid dan gedung perpustakaan.
Pada Februari 2017, STIA Banten telah membangun rektoral, dan sarana lembaga kemahasiswaan, yang diharapkan sebagai wadah bagi pengembangan minat dan bakat mahasiswa. Pada tahun 2018, STIA Banten juga menyiapkan sarana untuk penerbitan STIA Banten berupa STIA Banten Press. Selain itu juga menyiapkan lokasi dalam pengembangan Tax Center.

2.Pengembangan Karir Dosen
Dosen tetap STIA Banten pada januari 2019 berjumlah 35 orang dengan pendidikan minimal magister. Pengembangan karir dosen yang dilakukan dengan penyelenggaraan pendidikan formal bagi dosen-dosen tetap telah dilaksanakan, yaitu dengan pengiriman tugas belajar Program Doktoral di Universitas Negeri Jakarta, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pajajaran, Universitas Gajah Mada. Pendidikan nonformal diberikan kepada dosen untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan, diantaranya pengiriman dosen secara rutin pada pelatihan-pelatihan, penataran, seminar, lokakarya dan workshop yang diselenggarakan oleh L2Dikti IV Jawa Barat-Banten di Bandung, Dirjen Dikti, ataupun yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Banten. Di samping itu diberikan Short course kepada dosen tertentu di Lembaga Pendidikan yang sesuai dengan bidang ilmunya.

3.Lulusan dan Perkembangan Networking (Jaringan)
Desain kurikulum dan pembelajaran STIA Banten adalah link and Match dengan dunia kerja sehingga orientasinya adalah seberapa banyak lulusan tersebut yang diserap oleh DIDU/ Dunia Industri dan Dunia Usaha. Berdasarkan hasil penelusuran, mayoritas lulusan telah diserap oleh dunia kerja.

Networking dalam dunia global sudah menjadi sebuah keharusan. Dalam dunia pendidikan, networking menjadi sangat penting dan menjadi tolak ukur jaminan mutu lulusan. STIA Banten relatif masih muda dibandingkan PTS-PTS lainnya yang sudah ada terlebih dahulu di Banten.

Oleh karena itu, dalam rangka melakukan akselerasi dan sekaligus memantapkan kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan lainnya serta dunia usaha dan dunia industri, STIA Banten terus berusaha untuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik swasta maupun instansi pemerintah.

Pengembangan jaringan juga berdampak pada berbagai prestasi yang diraih STIA Banten, di antaranya adalah :
STIA Banten memiliki dosen tetap 35 orang, terdiri dari 25 Dosen tetap Ilmu Administrasi Negara dan 10 Dosen tetap Ilmu Administrasi Niaga. Kualifikasi pendidikan dosen sebagian telah menyelesaikan program doktoral.

Dosen STIA Banten juga telah aktif menulis pada jurnal nasional dan internasional serta kerap menjadi referensi media massa dan pemerintah daerah dalam memberikan kajian dan pemikiran pada berbagai persoalan di Provinsi Banten. Kiprah nyata juga ditunjukkan dengan keaktifan para Pimpinan STIA Banten dan dosen dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta, Asosiasi Dosen Indonesia, Dewan Riset Daerah, tenaga ahli pada beberapa riset di Kabupaten/Kota di Banten.

Dosen-Dosen STIA Banten pada tahun 2018 juga telah dipercaya memperoleh hibah Dari Kemenristekdikti berupa Hibah doctoral, Hibah Dosen Pemula; Projek Penelitian dari Bappeda Kabupaten Pandeglang, Projek Penelitian di PT Indonesia Power UP Suryalaya, Memberikan Pelatihan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Pandeglang, Dinas Dinas Pengendalian Penduduk, KB dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah serta berbagai lembaga swasta dan masyarakat lainnya.

Peningkatan kompetensi dosen dan kelembagaan STIA Banten tersebut berdampak pada prestasi mahasiswa STIA Banten yang terus meningkat. Beberapa mahasiswa terbaik STIA Banten telah terpilih menjadi mewakili Provinsi Banten dalam ajang Putra Putri Pendidikan Indonesia 2018, Juara 1 Lomba Debat Bahasa Indonesia Tk Nasional di Untirta. Pada Pekan Olah raga provinsi Banten, mahasiswa STIA Banten menjadi Juara 3 Under 21 Karate Perorangan Putri, Juara 3 Sepak Takraw, Medali Perunggu Cabang Olahraga Atletik Lari 200 M, Medali Perunggu Cabang Olahraga Atletik Lari 800 M, Medali Perunggu Cabang Olahraga Pencak Silat Putri. Prestasi tersebut menunjukkan STIA Banten semakin leading di Provinsi Banten dan sedang menaiki tangga di level nasional.

Kini Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Banten telah memperoleh Akreditasi Institusi ke BAN-PT dengan predikat B. Hal tersebut untuk memenuhi ketentuan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Dikti), bahwa ijazah yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi dianggap legal jika institusi dan program studinya terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *