Sel. Apr 23rd, 2019

Tabayyun dulu, Jangan Gampangan Share Berita Hoax

RESONANSI.ID, Jakarta – Jengkel melihat ada yang menyebarkan hoax di grup WhatsApp? Mengingatkan sang penyebar baiknya memang dilakukan, tapi tidak boleh asal.

“Kalau ada yang kirim hoax, jangan counter di ruang publik. Mau itu grup WhatsApp atau media soaial, tapi lewat japri (jalur pribadi),” ujar Shafiq Pontoh dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Marindo) di Jakarta, Kamis (20/12/2018) dikutip dari detik.com.

Menurut Shafiq cara tersebut dinilai lebih bijak, karena tidak mempermalukan orang yang menyebarkan hoax itu di depan banyak orang. Di sisi lain saat terima japri orang tersebut akan langsung mengoreksi diri.

Untuk menangkap peredaran hoax, Shafiq menyebutkan bahwa harus ada upaya bersama-sama melakukan digital siskamling.

“Kenapa lakukan itu? Hoax itu seperti virus. Hoax itu suka muncul lagi, muncul lagi,” ungkapnya.

Selain itu, Shafiq mengatakan kita harus tabayyun dan menahan jempol, sehingga tidak mudah terpengaruh untuk langsung membagikan ke yang lain. Terlebih apabila informasi yang diterima ini sumbernya tidak jelas dari mana.  “Tabayun. Tahan jempol, jangan dikit-dikit share (bagikan),” pungkasnya. (Man/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *