Kam. Okt 17th, 2019

resonansi.id

News and Life Style

Tak Dapat Restu Ibunda, Irna Direstui Suami Maju di Pilkada 2020

2 min read

RESONANSI.ID – Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku tidak mendapatkan izin dari sang ibu untuk kembali maju pada Pilkada Pandeglang 2020. Menurutnya dalam beberapa tahun terakhir sang ibu tengah sakit keras, sehingga orang tuanya meminta waktu bersama yang lebih.

“Yang membuat saya berat itu mamah saya, karena memang tidak setuju melanjutkan ini (menjadi bupati, red). Mamah kan sedang sakit,” ujar Irna, Kamis (19/09/2019).

Meski begitu, Bupati Irna sudah mencoba memberi pemahaman kepada sang ibunda dan melakukan salat istikharah untuk meminta petunjuk terkait niatnya melanjutkan kepemimpinan di Pandeglang. Apalagi kata Irna masih banyak pekerjaannya membangun Pandeglang yang belum tuntas.

“Tapi ibu (Irna menyebut dirinya, red) memberikan pertimbangan ke mamah bahwa ini demi hajat hidup orang banyak di Pandeglang yang rasanya belum selesai menutaskan PR (pekerjaan rumah) yang sungguh berat di Pandeglang ini,” katanya.

Ditambahkan Irna, musyawarah dengan sang ibunda membuatnya baru bisa mengembalikan formulir pendaftaran melalui tim kepada Tim Penjaringan DPC PDI Perjuangan pada detik-detik akhir, Rabu (18/09/2019) malam.

Penyerahan formulir itu kata Irna setelah mendapat restu dan dukungan sang suami, Dimyati Natakusumah beserta ketiga anaknya.
“Sebelum suami ibu menyampaikan langsung di hadapan ibu untuk masa depan Pandeglang, ibu masih galau. Banyak pertimbangan-pertimbangan untuk kemaslahatan, Bismillah kemarin ibu dapat restu suami untuk melanjutkan tugas-tugas ibu membangun Pandeglang kedepan,” tutur Irna.

Dirinya meyakinkan, jika niatnya kembali maju pada Pilkada Pandeglang 2020 adalah karena ibadah dengan kemaslahatan masyarakat Pandeglang.

“Justru dari suami memberikan dorongan dengan mengucapkan, kamu juga mengurus akhiratmu dengan mengurus masyarakatmu. Jadi kalau saya rida, Allah juga rida,” kata Irna ucapan suaminya.

Mantan anggota DPR RI itu menegaskan, akan menjalin konsolidasi dengan partai-partai lain.  Sebab, untuk bisa mencalonkan harus memiliki 20 persen kursi parlemen atau 10 kursi DPRD Pandeglang.

“Tentunya harus ya, karena kan perahu harus punya. Minimal sepuluh kursi baru kami bisa berangkat untuk menjadi calon bupati ke depan,” pungkasnya. (Yul/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori