UMK Pandeglang 2019 Rp 2.542.539,13

RESONANSI.id – Gubernur Banten Wahidin Halim akhirnya menetapkan Upah Minimum Kabupaten dan Kota (UMK) tahun 2019 se-Provinsi Banten. Penetapan tersebut setelah keluarnya surat keputusan nomor 561/Kep.318-Huk/2018 tertanggal, 21 November 2018 yang ditandatangani Gubernur Banten.

Berdasarkan SK Gubernur Banten itu, Besaran UMK 2019 tersebut adaddalah :

Kabupaten Pandeglang Rp, 2.542.539,13;

Kabupaten Lebak Rp, 2.498.068,44;

Kota Serang Rp, 3.366.512,71;

Kota Cilegon Rp3.913.078,44;

Kabupaten Tangerang Rp3.841.368,19;

Kota Tangerang Rp3.582.076,99;

Kota Tangerang Selatan Rp3.841.368,19;

Kabupaten Serang Rp3.827.193,39;

“Itu (penetapan UMK 2019.red) hanya sesuai dengan usulan APINDO dan Pemerintah Kabupaten/Kota se Banten, meskipun ada kenaikan 8,03%, sama aja yang di gunakan adalah PP 78/2015 Tidak sama sekali mempertimbangkan usulan Serikat Pekerja/ Serikat Buruh se-Banten,” kata Kristian Lelono selaku Pengurus DPW FSPMI Banten, dikutip dari koranperdjoeangan.com, Rabu (21/11/2019)

“Serikat pekerja pasti akan bersikap. Lihat saja nanti, dan pemerintah daerah Banten dalam hal ini Gubernur Banten tidak sama sama sekali pertimbangkan usulan SP/SB yang menghendaki setidaknya 9.17% kenaikan UMK,” jelasnya.

Sebelumnya, Senin tanggal 19 November 2018 kemarin masa aliansi Serikat pekerja se-Banten menduduki dan memblokade Lampu Merah Pertigaan Pakupatan, Kota Serang Hinga pukul 19.30 WIB, sebagai bentuk protes pada rencana kenaikan Upah Minimum yang hanya di dasar pada PP 78/2015. (red)

Daftar UMK Tahun 2018 Provinsi Banten:

  1. Kabupaten Pandeglang Rp 2.353.549
  2. Kabupaten Lebak Rp 2.312.384
  3. Kota Serang Rp 3.116.275
  4. Kota Cilegon Rp 3.622.214
  5. Kabupaten Tangerang Rp 3.555.834
  6. Kota Tengerang Rp 3.582.076
  7. Kota Tangerang Selatan Rp 3.555.834
  8. Kabupaten Serang Rp 3.542.713.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *