Wartawan Sampaikan Aspirasi ke Polres Pandeglang

RESONANSI.ID – Buntut dari dilarangnya salah satu wartawan dalam pengambilan gambar untuk liputan unjuk rasa penolakan Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker) oleh kelompok Cipayung Plus kemarin. Sejumlah wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Pandeglang, menyampaikan aspirasi di depan Markas Komando Polres Pandeglang, Jumat (16/10/20).

Menurut Nipal Sutisna mengungkapkan, Dirinya mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari salah satu oknum anggota Reskrim Polres Pandeglang saat mengambil gambar kepada 7 pelajar yang ikut berdemontrasi yang diamankan polisi di depan gedung DPRD Pandeglang.

“Sikap itu jelas tak dibenarkan, karena oknum Polisi sudah menghalangi tugas jurnalistik kami. Kami pertegas tugas kami dilindungi Undang-undang Pers, pahami itu,” Ujarnya.

Nipal menambahkan, Dalam Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers, disebutkan Pers mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

“Ini peringatan untuk siapapun, intansi manapun. Jangan halang-halangi tugas kami saat melakukan kegiatan peliputan,” tegasnya.

Ketua SMSI Pandeglang, Muhaemin menyatakan wartawan dan Polri adalah mitra sehingga harus saling memahami dan menghargai profesi masing masing. Ia berharap kedepan jangan sampai terulang kembali.

“Jika ada persoalan di lapangan sebaiknya dialog dengan baik, aksi massa wartawan sah sah aja karena aksi merupakan salah satu media menyampaikan aspirasi,”

Sementara Kapolres Pandeglang, AKBP Sofwan Hermanto mengaku, akan bertanggungjawab atas persoalan tersebut. Bahkan dia juga menyampaikan permohonan mohon maaf kepada seluruh wartawan di Kabupaten Pandeglang.

“Oknum itu anggota saya, ketika anggota saya membuat kesalahan itu juga kesalahan saya. Atas nama pribadi, lembaga dan oknum anggota tadi meminta maaf yang sebesar-besarnya,” pungkasnya. (Als/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here